Menunggu Janji-Janji Puspayoga

Tampilnya Anak Agung Ngurah Gede Puspayoga sebagai Menteri Koperasi baru yang menggantikan Syarief Hasan disambut gembira dan penuh harap oleh kalangan warga koperasi. Melalui menteri baru yang berasal dari Partai Demkorasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini iklim perkoperasian diharapkan lebih sejuk dan riil pro rakyat. Maklum di masa sebelumnya publik koperasi dikecewakan oleh penampilan menteri yang rada arogan dan sulit memahami dunia koperasi.

Harapan terhadap Puspayoga semakin membuncah ketika diawal kepemimpinannya langsung blusukan ke berbagai lokasi usaha kecil. Ia juga membuat statemen simpatik yaitu bertekad mengembalikan kejayaan Koperasi sebagai Distributor Pupuk untuk kalangan petani di pedesaaan dan akan dimulai pada Januari 2015. Statemen lainnya yang juga menggembirakan adalah akan membubarkan koperasi-koperasi non aktif yang jumlahnya mencapai lebih dari 62 ribu unit.

Namun hingga memasuki bulan kelima 2015 ini, janji-janji Puspayoga agaknya masih konsep di atas kertas. Tidak ada kabar koperasi tidak aktif mana saja yang sudah dibubarkan dan koperasi mana saja yang sudah menjadi distributor pupuk. Sejumlah aparat di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM pun mulai kusak-kusuk dan menilai menteri Puspayoga tidak berani melansir berbagai program yang disodorkan oleh para deputinya. Di tengah kusak-kusuk para bawahannya itu, Puspayoga masih bisa berbangga diri bahwa kendati dana APBN 2015 yang dikucurkan untuk kementeriannya belum cair, toh program masih tetap jalan.

Hingga April ini total penggunaan anggaran di Kementerian Koperasi dan UKM baru terealisasi hanya 4% dari Rp 1,4 triliun yang dianggarkan. Artinya sekitar Rp 56 miliar saja dana yang baru terpakai selama empat bulan ini. Boleh jadi itu pun hanya untuk biaya rutin dan gaji pegawai. Lalu kapan action besarnya akan jalan kalau menterinya jalan-jalan melulu?

 

Suyono

Condet – Jakarta Timur

Bagikan ke: