Mental Baja Riezka Rahmatiana

Wanitamuda ini unjuk bukti bahwa kegigihan merupakan bagian penting dalam proses pematangan diri.

riezka

Ada perjuangan ekstra keras dibalik sukses seorang pewirausaha. Itu pasti. Bahkan melalui proses jatuh bangun, yang justru memberinya pondasi kuat. Tahapan yang memakan urat syaraf itu membekalinya untuk berdiri dengan kokoh. Itu kuda-kuda yang memadai untuk melebarkan sayap, meluaskan pasar, dan skala usaha. Bukankah di dunia bisis sangat dikenal kearifan “Tak ada sukses tanpa kegagalan?” Riezka Amalia mengalami jatuh dan bangun (lagi) itu di usia muda.

Berbagai bisnis dijalani dan digelutinya, dengan hasil tak memuaskan. Mulai dari jual pulsa, bisnis warung makan, hingga bisnis investasi/network marketing. Yang terakhir ini membuatnya terlilit banyak utang. “Uang saya dan teman-teman Rp150 juta raib dibawa kabur,” ujar penggemar jalan-jalan ini.

Ide menjual es pisang ijo asli Makassar muncul pada 2008. “Saya mulai dengan modal Rp 150.000 untuk bahan baku,” ujarnya. Resep pisang ijo
yang paling cocok diubernya ke manamana, termasuk belajar langsung dari pemilik restoran Makassar. “Orangtua tidak setuju saya jualan pisang ijo. Namun, saya tetap kekeuh mau usaha ini karena saya yakin pasti sukses”.

Awalnya sungguh tak mudah. Dalam sehari hanya lima porsi yang terjual dengan untung sekitar Rp5.000, “Tapi saya pantang menyerah. Dengan
modal Rp2 juta, saya terus berjuang”. Ketekunan itu berbuah manis. Perlahan bisnisnya mulai dikenal banyak orang. Omzet pun merangkak naik. Di akhir pekan dia bisa meraup untung Rp1 juta. Setelah dua bulan, hasilnya mulai terlihat. Riezka pun lantas menambah varian es pisang ijonya dengan rasa cokelat, vanila, strawberry, dan durian.

Tahun 2009, Riezka sudah memiliki tiga cabang pisang ijo di kawasan Bandung. Tahun itu juga ia mulai mengubah sistem penjualan pisang ijonya menjadi sistem kemitraan. Terobosan dilakukan dengan pengurusan izin usaha, di bawah bendera CV Ezka Giga Pratama. Setelah 3 tahun berlalu,
produk Justmine Pisang Ijo memasar ke berbagai pelosok Nusantara: Jabodetabek, Semarang, Surabaya, Sulawesi, Purbalingga, Purwokerto, dan kota-kota lain. Dengan 100 outlet tersebar di seluruh Indonesia saat ini, perputaran omzet bisnis Riezka Rahmatiada sudah Rp300 jutaan. Wajar saja jika sukses wirausahanya ini membuatnya meraih berbagai penghargaan. Antaranya, The Young Entrepreneur Award, Wirausaha Muda Mandiri 2008, UKM Terbaik Spirit Entrepreneur, Setia Adhikarya Mahasiswa, Pemuda Berprestasi 2010, Top 15 Franchises Best Choice, Ernst & Young Entrepreneurial Wining Women 2013. (dd)

Bagikan ke: