Menkop Apresiasi Program Kewirausahaan di NTB

MATARAM : Menteri Koperasi dan UKM‎ AAGN Puspayoga mengapresiasi hasil konkrit Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program kewirausahaan dengan menurunkan angka Gini Ratio menjadi 0,29, dari sebelumnya 0,36 pada 2014. “Memang sejatinya harus begitu, karena tujuan dari program kewirausahaan adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang mampu menurunkan tingkat kesenjangan pendapatan antara si kaya dan si miskin (Gini Rasio),” ujarnya dalam acara Percepatan Penyaluran KUR 2016 dan Pengembangan Kewirausahaan di Kota Mataram, NTB, Jumat (5/2).

menkop

Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, lanjut Menkop, akan tercipta banyak lapangan kerja. Bila lapangan kerja tersedia, artinya bisa menurunkan jumlah pengangguran‎ dan mengentaskan kemiskinan.

“Salah satu program kita mendorong usaha mikro dan kecil adalah dengan menerapkan pengurusan ijin usaha mikro dan kecil (IUMK) cukup sampai di level Camat. Terkait IUMK, baru provinsi NTB dan Kalimantan Tengah yang sudah seluruhnya menerapkan aturan IUMK tersebut. Itu membuktikan bahwa ada koordinasi yang baik antara Gubernur NTB dengan para Bupati dan Walikota di wilayah Provinsi NTB”, ungkap Puspayoga.

Dia meyakini, dengan menyentuh koperasi dan UMKM secara tepat, bisa menurunkan tingkat Gini Ratio yang secara nasional sudah mencapai 0,41. “Tanpa menyentuh koperasi dan UMKM maka dipastikan tidak akan ada yang namanya pemerataan ekonomi. Bahkan, jumlah wirausaha kita yang baru mencapai 1,6 persen bisa didorong menjadi 2 persen”, imbuh Puspayoga seraya menyebutkan NTB bisa jadi contoh nasional dalam pengembangan kewirausahaan.

Puspayoga juga yakin koperasi dan UMKM di Indonesia sudah teruji tangguh. “Untuk makin memperkuat ketangguhannya, kita harus memberikan regulasi yang baik dan mendukung, ijin dipermudah, dan bunga kredit ringan. Bunga KUR sekarang sudah 9 persen, dari sebelumnya 22 persen”, kata Menkop.

Kemenkop dan UKM kini terus mengkaji regulasi yang menghambat berkembangnya koperasi. “Itu merupakan bagian dari program Reformasi Koperasi yang kita gulirkan. Yaitu, rehabilitasi koperasi, reorientasi koperasi, dan pengembangan koperasi,” tegas Puspayoga.

Ekonomi NTB Tumbuh 6,2%

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB Zainul Madji berharap ke depan NTB tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dan lumbung pangan nasional. Juga dikenal sebagai wilayah yang mampu melahirkan enterpreneur-enterpreneur tangguh.‎ “Ekonomi NTB tumbuh 6,2 persen jauh di atas rata-rata nasional. Nah, dalam PDRB NTB, wirausaha menyumbang cukup besar. Saya akui bahwa warga NTB begitu bergairah untuk menjadi wirausaha”, kata Gubernur NTB.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS menyatakan program kewirausahaan di NTB kali ini diprioritaskan untuk membuat ‘naik kelas’. Dari wirausaha pemula menjadi kelas mikro, dari mikro menjadi usaha kecil. “Kita akan mendorong percepatan kewirausahaan di NTB dengan memberi pelatihan melalui dana Dekon sebesar Rp 5 miliar plus dana APBD. Termasuk dana untuk program magang sebesar Rp700 juta,” kata Prakoso.

Program pelatihan tersebut, lanjut dia, tergantung dari kebutuhan para pelaku di daerah setempat. Misalnya, pelaku usaha yang mau ekspor, akan diberikan pendidikan dan pelatihan terkait mekanisme dan aturan ekspor. “Di NTB, rata-rata pelatihan yang dibutuhkan para wirausaha adalah ketrampilan usaha. Misalnya pelatihan untuk usaha kerajinan, makanan, dan transportasi,” ungkap Prakoso.

Sedangkan terkait‎ permodalan bagi wirausaha pemula melalui KUR, tidak lagi menggunakan dana Bansos, Prakoso meyakini hal itu bisa membuat wirausaha pemula bisa lebih maju lagi. “Kalau dana Bansos kan terbatas, sementara KUR bisa mencapai miliaran rupiah,” pungkasnya.( Ira)

Bagikan ke: