Mempertahankan Bisnis di Tengah Tekanan 500

Ini pekerjaan rumah yang besar. Pastikan usaha terus berjalan lancar di tengah pandemi. Satu hal, tetaplah optimistis dan simak beberapa tips penting berikut sebagai alternatif yang mencerahkan.

Cermati kondisi keuangan. Selama wabah Corona belum berujung, niscaya kondisi perekonomian belum akan kembali normal. Kelangsungan bisnis anda akan terpengaruh. Periksa secara mendalam kondisi keuangan bisnis. Di antara yang terpenting, kondisi likuiditas alias cash on hand. Likuiditas ibarat darah dalam tubuh. Dalam keuangan rumah tangga, biasa juga disebut sebagai dana darurat aliasemergency fund. Bila kondisi likuiditas tidak aman, masa depan bisnis juga terancam.

Coba hitung berapa besar tingkat likuiditas usaha, sampai berapa lama anda mampu menghidupi bisnis dalam situasi tanpa pemasukan? Idealnya, anda masih memiliki cash on hand untuk operasional 12 bulan ke depan. Bila kurang dari itu, anda perlu memikirkan pengamanan likuiditas agar bisa mempertahankan bisnis di tengah krisis corona ini.

Siapkan diri untuk skenario terburuk. Bukan hanya pasar yang mendadak lesu secara drastis seiring kebijakan physical distancing, gangguan supply chain juga mengganggu aktivitas bisnis. Belum lagi pembatalan permintaan atau project yang sebelumnya telah disepakati. Hal itu jelas mempengaruhi nasib bisnis. Maka itu, sebagai langkah antisipasibuatlah business plan yang juga memuat proyeksi atau forecast atas keberlanjutan usaha anda paling tidak hingga setahun ke depan.

Berhematlah! Penting sekali menempuh langkah-langkah extraordinary supaya nafas bisnis tidak tumbang. Langkah wajib yang perlu anda tempuh adalah menekan pengeluaran dengan berbagai cara supaya likuiditas lebih kuat. Misalnya, menekan biaya operasional dari pos-pos rutin seperti tagihan listrik, air, dan internet.

Contoh mudah, usaha anda di bidang food and beverages. Anda bisa menekan biaya operasional dengan mengoptimalkan layanan delivery order yang tidak membutuhkan kehadiran karyawan terlalu banyak. Hemat juga biaya pemasaran dengan mengoptimalkan media sosial saja. Tunda pengeluaran untuk belanja modal yang menguras dana besar. Bila memungkinkan, lakukan negosiasi dengan supplier terkait pembayaran yang mungkin bisa diperpanjang. Pikirkan negosiasi dengan perbankan bila pembayaran cicilan utang terasa memberatkan.

Beri pengertian pada karyawan. Ajak bicara karyawan untuk turut bahu membahu, saling memperkuat diri di masa yang berat ini. Sampaikan tentang fokus anda saat ini adalah mempertahankan kelangsungan usaha supaya jangan sampai bangkrut yang bisa memicu pemutusan hubungan kerja. Agar hal itu dapat dicapai, karyawan harus rela melupakan kenaikan gaji ataupun pemberian bonus seperti biasanya. Paling tidak hingga kondisi kembali normal.

Pacu penjualan dengan cara paling murah. Terapkan strategi yang paling tepat agar penjualan tetap mencapai target dengan biaya termurah. Misalnya, bisnis anda adalah sektor F&B, yang tadinya mengandalkan kunjungan customer secara langsung. Geser strategi untuk mengoptimalkan layanan delivery order, drive thru atau menggencarkan promo berlangganan. Misalnya, tawarkan harga lebih ekonomis bagi customer yang memilih pembelian berlangganan selama seminggu.

Sosialisasikan nilai lebih layanan. Misalnya, anda bergerak di jasa layanan internet. Kebutuhan masyarakat atas internet meningkat tajam selama imbauan #DiRumahAja. Pastikan anda mengampanyekan komitmen bisnis mendukung sanitasi. Misalnya, para pramusaji selalu mengenakan masker dan sarung tangan untuk memastikan minuman yang dibuat steril, menyediakan hand sanitizer bagi jasa delivery yang mengambil barang pesanan, dan sebagainya.●(Nay)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *