Membidik Kelas Menengah Atas

Usahanya bermula dari skala kecil, menerima jahitan kebaya. Namun, kini kebaya khas daerah dengan desain modern hasil racikan Santi Irawan sudah menjadi langganan sosialita ibukota.

Santi Irawan

KEBAYA merupakan salah satu warisan budaya yang hingga kini tetap lestari. Kebaya biasanya digunakan para wanita pada momen-momen tertentu seperti pernikahan dan acara formal. Selain simbol keanggunan, kebaya juga bisa menjadi simbol status sosial penggunanya. Potensi pasar kebaya di mata Santi Irawan, seorang desainer kebaya, tidak ada matinya. “Setiap bulan pasti ada acara pernikahan kan? Belum lagi acara-acara resmi yang mengharuskan memakai kebaya,” ujar pemilik Santi Boutique ini.

Wanita kelahiran Bukit Tinggi Sumatera Barat, 1 Oktober 1981 ini secara serius menekuni bisnis desainer kebaya sejak 2004. Sebelum sekelas butik, usahanya berawal dari menerima jahitan. Namun kini ia sudah memiliki dua butik di kawasan Mayestik, Jakarta Selatan dengan konsumen yang berasal dari kelas menengah atas.

Sesuai dengan karakteristik pelanggannya yang berasal dari kelas menengah atas umumnya menginginkan tampilan kebaya yang eksklusif. Oleh karenanya, kebanyakan kebaya produksi Santi Boutique menggunakan bahan mewah seperti beludru. Selain itu, memiliki desain glamor dan modern namun tidak keluar dari pakem.

Untuk menjaga kepercayaan dari pelanggan, Santi berkomitmen untuk selalu tepat waktu dalam mengerjakan pesanan. Umumnya untuk membuat satu kebaya, ia membutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan dengan proses fitting sebanyak 2-3 kali. Santi sendiri yang langsung turun tangan dalam memberikan konsultasi kepada pelanggan. “Untuk menjaga kualitas desain dan agar sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar wanita yang  punya hobi fesyen ini.

Dalam proses produksi, ada beberapa hal yang menjadi perhatian utamanya seperti proses cutting yang harus pas dengan bentuk tubuh konsumen. Selain itu desain kebaya yang harus sesuai dengan karakter penggunanya. Oleh karenanya, pengusaha wanita anggota IWAPI ini senantiasa mengikuti tren di industri fesyen terutama perkembangan kebaya. “Biar model kebayanya tetap update dan sesuai dengan selera pelanggan,” ujarnya.

Santi Boutique sengaja memilih lokasi di daerah Mayestik karena dekat dengan sumber bahan baku. Selama ini, pasar Mayestik memang terkenal sebagai pusat tekstil dan aksesorisnya di kawasan Jakarta Selatan. Sehingga Santi tidak sulit untuk mencari bahan baku.

Dengan perkembangan usahanya sekarang, Santi mengaku sudah senang karena bisa mewujudkan harapannya. Saat merantau ke Jakarta dulu, ia memang memiliki keinginan untuk memiliki usaha sendiri. Dengan bekal kemampuan menjahit dan passion terhadap fesyen ia yakin bahwa impiannya akan terealisasi. Dan kini, Santi merupakan salah satu desainer kebaya langganan sosialita ibukota.  (Drajat)

 

Bagikan ke:

3 thoughts on “Membidik Kelas Menengah Atas

  1. What i don’t realize is in truth how you are not actually a lot more neatly-favored than you may be right now. You are very intelligent. You know thus significantly with regards to this subject, produced me personally imagine it from numerous numerous angles. Its like men and women are not involved except it is one thing to do with Woman gaga! Your individual stuffs nice. Always deal with it up!

  2. I’m not positive the place you are getting your info, but great topic. I must spend some time studying more or understanding more. Thanks for great information I was in search of this info for my mission.

  3. Very neat article post.Really thank you! Cool.

Comments are closed.