“Mau Kaya”, Fitty Hilda Jualan Selai Srikaya

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

JAKARTA-–Selain selai rasa cokelat dan rasa stroberi, selai rasa srikaya juga banyak disukai untuk teman makan roti.  Jangan keliru, selai tidak dibuat dari buah srikaya, tetapi dari berbagai bahan seperti kelapa dan telur.

Konon kuliner ini tradisi bangsa Melayu dan nama Sri Kaya itu adalah Sari Kaya yang kontasi untuk orang kaya. Itu sebabnya selain populer di Indonesia, selai ini juga dikenal di Singapura dan Malaysia.

Fitty Hilda Novila Nasution memutuskan membuat selai srikaya “home made” karena tidak sulit memperkenalkannya di pasar.

Alumni Matematika, Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran lulusn 2015 ini mempunyai hobi memasak dan kerap diajak suaminya untuk menjual beberapa jenis makanan yang agak sulit ditemui di Jakarta.

Awalnya mereka menjual produk seafood dan mie gomak,  tapi karena PPKM aksesibilitas terbatas dan masalah protokol kesehatan, maka kita mulai coba jualan yang bahan-bahannya tidak terlalu sulit  tapi tetap enak,unik dan peminatnya tidak terlalu segmented.

“Akhirnya pilihan jatuh pada selai srikaya. Saya membuatnya tanpa pengawet dan memasak berjam-jam hingga benar-benar tanak. Kami menamakan produknya Selai Mau Kaya karena mudah diingat dan namanya lucu,” ujar Fitty ketika dihubungi Peluang, Sabtu (17/7/21).

Modal awal karyawan sebuah perusahaan swasta di Jakarta ini  berkisar hanya ratusan ribu saja, karena menggunakan alat-alat yang ada di rumah. Pemasaran menggunakan sistem PO  dan dikirim setiap Sabtu dan  Minggu.

Dalam sebulan Fitty dan suaminya mampu menjual rata-rata 160 botol ukuran 250 ml dengan harga Rp40 ribu. Mereka bekerja sama dengan temannya untuk memasarkannya terutama di kota Bandung, selain menggunakan media sosial dan e-commerce.

Fitty Hilda Novila Nasution-Foto: Dokumentasi Pribadi.

Dia mengaku yakin terjun ke dunia wirausaha justru di tengah pandmei, karena konsumen sekarang sudah lebih memilih makanan menjaga kesehatannya dengan menggunakan bahan-bahan alami dan  tidak ada efek samping yang ditimbulkan.

Fitty juga mengikuti program Jakpreneur dari Pemerintah Provinsi  DKI Jakarta sehingga dapat diaplikasikan untuk mengembangkan produk.

“Target ke depan kami ingin pouler seperti brand selai ternama yang bisa dipasarkan di mancanegara. Tapi saat ini pelan-pelan saja,” pungkasnya (Irvan).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *