Martabat Berkoperasi

Koperasi kerap dipandang sebelah mata sebagai tempat untuk bekerja, apalagi citranya melekat bahwa orang-orang koperasi berasal dari kalangan bawah. Namun Gabriel Pito Sorowutun memperdulikan itu, dengan semangat tinggi dia memutuskan bergabung di Kopdit Pintu Air pada 1998, namun baru resmi pada 2000.

“Niat saya hanya belajar tentang koperasi kredit. Saya mulai jadi Sekretaris Pengurus, kemudian menjadi manajer dan dengan perkembangan Kopdit Pintu Air saya menjadi General Manager sejak 2015,” ujar pria kelahiran Desa Bolabao, 17 Oktober 1971 ini.

Tanpa terasa sekitar 20 tahun Gabriel berada di Kopdit Pintu Air dan dia sama sekali tidak merasa risih, tetapi bertambah percaya diri.

Sebagai catatan kini, Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia telah merintis pengembangan sektor usaha ekonomi mikro seperti pengembangan pengolahan Garam Pintar Asia, minyak goreng Pintar, wisata pantai Pintar Beach Wailiti, Pintu Air Swalayan, usaha pertanian dan lain sebagainya.

“Saya melewati banyak hal di Kopdit Pintu Air. Menurut saya koperasi itu lembaga bermartabat yang bertujuan mensejahterahkan anggota dan mengangkat martabatnya sebagai manusia. Saya tidak merasa risih,” ujar  jebolan UNIPA Maumere, Fakultas Ekonomi Prodi Akuntansi dan mau semester 3 Magister Akutansi STIESIA surabaya.  (Irvan)

Bagikan ke:

One Comment on “Martabat Berkoperasi”

  1. Undoubtedly good article. I am always curious to find out another expert opinion. The author provides his individual point of view which is good to compare with the top financial advisors I usually follow on compacom.com. They are always giving such a full detailed analysis that I couldn’t even imagine it’s possible to find something new. Thanks for the information.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *