Marak Pontianak Memanja Satwa

Tadinya hanya Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Kini, pecinta binatang mulai bermunculan di Kota Pontianak, Kalbar. Lebih bergairah dibanding kota-kota lain yang levelnya setara.

 satwa jinak

Di halaman parkiran belakang Ramayana Mall Pontianak. Tanggal 12-13 November 2016, sejak pukul 9 pagi hingga pukul 9 malam, digelar Ramayana Expo dan Animal Kontes. Ada 12 komunitas yang satwa yang ikut memeriahkan kegiatan ini, tidak hanya dari Kota Pontianak, bahkan dar Singkawang, Sekadau dan Sintang. Penyelenggaranya “Komunitas Pecinta Satwa Pontianak”/Kompas.

Masyarakat Kota Pontianak dan wilayah Kalbar datang menyaksikan satwa yang terlihat unik, baik dari warna, bentuk, dan tingkah lakunya. Di antaranya, ular piton albino dan ular piton sepanjang enam meter. Ada juga anjing dan kucing. Di sana juga hadir penyayang reptil seperti ular, musang, sugar glider, iguana, hamster, dan burung hantu dan binatang piaraannya.

Komunitas Pecinta Satwa Pontianak berdiri 20 Desember 2015. Kini memiliki 30-an anggota. Untuk mereka yang belum punya, Kompas memperkenalkan cara merawatnya. Dari memandikan, memberi makan, dan cara mengetahui gejala-gejala sakit pada binatang. Setelah itu, baru diputuskan binatang yang akan dipelihara. Binatang ini bisa dibeli di Pontianak Pet Lovers. Mereka rutin melakukan ghatering, untuk mempererat tali silaturahmi dan mengedukasi masyarakat.

“Komunitas Hamster Lover Pontianak” tampaknya tak terlalu asing. Lalu, ada juga “Komunitas Pontianak Sugar Glider” (PSG). Berdiri 28 Oktober 2015. Anggota aktifnya 30-an orang. Penyebaran habitat hewan ini, berada di Papua, Tasmania dan Australia. Selanjutnya “Iguana Kite Pontianak (IKP)”. Ini cabang dari “Komunitas Pencinta Iguana” (KPI), yang yang sudah eksis sejak 2001 silam. Sedangkan IKP sendiri terbentuk pada 6 Desember 2014.

Ketika memperingati hari jadi ketiganya, “Keluarga Musang Lovers Pontianak” (Kamulop) menggelar kontes pada  28 Maret 2017 di Auditorium Untan Pontianak. Mengusung tema ‘Kebangkitan Kamulop’, acara tersebut terdiri dari Gathering “Musang Lovers Indonesia”, Gathering “Pontianak Pet Lovers”, Free Vaksin Rabies For Your Pet, Kontes Musang dan Firework Party.

“Pontianak Owl Center”/POC berawal dari Pontianak Owl Club”. Komunitas ini berdiri tahun 2013. Berawal dengan lima anggota. Lambat laun tumbuh jadi 20-an orang. Misi mereka antara lain mengenalkan jenis-jenis burung hantu. Juga mengubah paradigma dan mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Khususnya tentang burung hantu kerap dikaitkan dengan sesuatu yang berbau mistis. Pertengahan tahun 2015, “Pontianak Owl Club” bertransformasi dan berubah nama menjadi “Pontianak Owl Center”.

“Pontianak Snake Keeper” (PSK) terbentuk 18 Februari 2015. Markasnya di Jalan Sungai Raya, Dalam Gang Ceria VIII,, Kabupaten Kubu Raya. Komunitas PSK beranggotakan 20 orang. Mereka berasal dari berbagai kalangan, lelaki dan wanita; ada mahasiswa, pekerja, bahkan para pelajar. “Kami juga bekerja sama dengan komunitas lain di Kota Pontianak dalam melakukan kunjungan ke sekolah, untuk menjelaskan jenis-jenis ular yang berbisa dan ular yang tidak berbisa, serta bagaimana cara penanganan jika terkena bisa ular.

Komunitas dengan nama beraroma klaim teritori adalah “West Borneo Reptile Community” (WBRC). Pencinta reptil region Pontianak rutin gelar kegiatan tiap Ahad pagi dan sore. Tujuannya agar kita mengenal reptil dari dekat. Bahwa kita bisa hidup rukun dengan satwa. Acara itu biasanya berlangsung di area car free day.●(dd)

Bagikan ke: