LPEI Komitmen Dorong UMKM Ciptakan Ekosistem Ekspor

Pelaku UMKM. Foto: Istimewa

Jakarta (Peluang) : Guna mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melakukan ekspor, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) berkomitmen memberikan layanan finansial dan nonfinansial.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, R Gerald menyatakan LPEI memiliki fasilitas pembiayaan, penjaminan, asuransi dan jasa konsultasi yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM berorientasi ekspor. Untuk layanan nonfinansial, pihaknya akan memberikan pelatihan dan pendampingan, marketing handholding program dan desa devisa.

“Pelaku UMKM berorientasi ekspor akan diberikan pelatihan dan pendampingan dengan menerapkan program CPNE (coaching program for new exporters) selama satu tahun. Pelatihan ini dalam rangka meningkatkan eskportir baru, nilai ekspor nasional dan daya saing produk komoditas Indonesia,” kata Gerald, dalam rilisnya Senin (15/8/2022).

Ia menyatakan, melalui program CPNE hingga Juni 2022, LPEI telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 2700 UMKM, dan juga sukses melahirkan lebih dari 120 eksportir baru. Selain CPNE, LPEI juga mempunyai program unggulan yaitu marketing handholding program (business matching).

Program ini untuk percepatan ekspor dalam rangka membuka akses pasar ekspor bagi produk UMKM mitra binaan LPEI dalam bentuk digitalisasi via global marketplace, business matching melalui diaspora dan pameran berskala internasional. “Melalui program ini, lebih dari 50 UMKM telah berhasil memperluas akses pasarnya ke mancanegara,” ujar Gerald.

Adapun desa devisa adalah sebut dia merupakan program pemberdayaan komunitas petani, pengrajin, koperasi maupun UMKM yang memiliki produk unggulan ekspor. Hingga bulan Juni 2022, LPEI telah memiliki 134 desa devisa dengan 9 komoditas unggulan. Di antaranya beras, kakao, kopi, garam, rumput laut, gula semut, lada hitam, kerajinan dan tenun. Program desa devisa ini, telah memberikan pendampingan kepada 12.821 petani atau pengrajin.

Gerald berharap semua pelatihan dapat membantu para pelaku usaha untuk meningkatkan dan menjaga kualitas produk, membuka peluang pasar sehingga mereka memiliki standar mutu untuk masuk dan bersaing di pasar internasional.

Sinergi dan kolaborasi antar intansi baik pemerintah pusat dan daerah telah dilakukan oleh LPEI. Seperti halnya dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian dan lainnya. “Kolaborasi ini, harapannya dapat menciptakan suatu ekosistem ekspor yang kuat dan berdaya saing,” pungkasnya.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.