LPDB siap turunkan suku bunga

Tingkat suku bunga pinjaman dana bergulir yang saat ini berkisar lima hingga delapan persen masih bisa diturunkan. Kabar baik bagi koperasi usaha mikro kecil dan menengah.

Menteri dlm acara Rakor

Negara yang kuat menyaratkan pertumbuhan ekonomi yang kuat pula. Pakem itu dipatuhi secara berkesinambungan oleh setiap rezim yang memerintah di negeri ini. Maka berbagai program pemberdayaan usaha mikro kecil dan koperasi terus digalakkan guna meningkatkan angkatan kerja. Pendek kata, pemerintah terobsesi menumbuhkan jumlah wirausaha hingga lebih dari 2% dari total penduduk. Angka 2% itu mengacu pada rumus yang mengatakan kemakmuran suatu negara bakal membaik apabila jumlah wirausahanya mencapai 2%. Saat ini wirausaha Indonesia tercatat hanya 1,56%, bandingkan dengan Malaysia 3% dan Singapura 7%. Sementara daya saing ekonomi Indonesia pada tahun 2015, berdasarkan lembaga Forum Ekonomi Dunia (WEF) berada di peringkat 37 dari 140 negara. Coba tengok Singapura di peringkat dua, Malaysia peringkat 18 dan Thailand peringkat 32.

 

Upaya memacu pertumbuhan angka wirausaha tersebut pemerintah meluncurkan berbagai kemudahan yang dapat mendorong pertumbuhan UMKM. Di antaranya Kredit Usaha Rakyat, dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Dalam perjalanannya program KUR yang digagas di masa pemerintahan SBY itu menuai banyak kritik. Seperti tingkat suku bunga tinggi (22%) dan nasabah hanya dari kalangan perbankan penyalur KUR. Lain pula halnya dengan LPDB yang mampu menerapkan bunga sangat rendah (6%-9%). Tetapi bukan tanpa masalah. BLU ini masih belum bisa menghilangkan stigma ‘dana bansos’, sehingga tingkat kemacetan pun meningkat lantaran adanya mitra usaha nakal.

Untuk mempertegas komitmen pemberdayaan tersebut, tingkat bunga KUR belakangan diturunkan dari 22% menjadi hanya 12%. Bahkan tahun depan, kata Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga akan diusulkan tingkat bunga KUR hanya 9% saja.

“Kalau KUR bisa 9% saya tantang apakah LPDB-KUMKM juga berani menurunkan suku bunganya,” ujar Puspayoga ketika membuka Temu Mitra LPDB-KUMKM di Gedung Smesco, Jakarta ( 19/11/15). Acara Temu Mitra yang digelar dua kali setahun itu dihadiri sekitar 2.000 orang pelaku UMKM mitra LPDB, serta tamu undangan dari Dinas Koperasi provinsi dan kalangan perbankan.

Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Koperasi dan UKM, Puspayoga menyadari bahwa LPDB bukanlah lembaga pembiayaan terbaik, tetapi cukup fleksibel sehingga dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan KUMKM.

Menteri mengatakan dengan tingkat suku bunga LPDB yang kini 5% untuk pinjaman sektor riil dan 8% untuk koperasi simpan pinjam, sudah sangat rendah karena tujuannya memang untuk memberdayakan perekonomian di lapis bawah.

“Jika bunga LPDB yang sudah rendah ini masih juga macet pengembalianya, itu namanya moral hazard,” tegasnya.

Sementara itu Dirut LPDB Kemas Danial menegaskan pihaknya siap menurunkan tingkat bunga LPDB jika memang makin menolong UMKM. Menurut dia, dana LPDB itu adalah uang rakyat juga , sehingga tidak ada alasan bagi LPDB mempersulit dana milik rakyat.

“Kami hanya ditugaskan mengelola dana tersebut agar penyalurannya sampai kepada pihak yang berhak,” tegas Kemas.

Dengan keterbatasan operasional yang hingga kini hanya berkantor di Jakarta, LPDB melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Mitra strategisnya antara lain, Kantor Dinas Koperasi di provinsi, kabupaten kota seluruh Tanah Air, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Perum Jamkrindo, dan perusahaan penjamin kredit daerah. (Irm)

Bagikan ke: