LPDB-KUMKM Perkuat Permodalan UMKM melalui LKM

Kendari – Tak dipungkiri keberadaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) sangat potensial menjadi salah satu solusi permodalan yang diperlukan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM). Bahkan LKM banyak menjadi tumpuan bagi para pelaku UMKM untuk mengakses pembiayaan. Termasuk koperasi pun banyak memberikan bantuan modal bagi mereka yang belum memiliki persyaratan memadai untuk mengakses perbankan.

Demikian dikemukakan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Kemas Danial dalam acara Monitoring dan Evaluasi LKB/LKBB Mitra LPDB di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Rabu (23/3). Acara yang menghadirkan lebih 100 UMKM end user LKB/LKBB Mitra LPDB tersebut dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam.

Adapun LPDB-KUMKM yang merupakan satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM dengan tugas mengelola dana bergulir dalam bentuk pinjaman/pembiayaan berbunga rendah untuk Koperasi dan UKM. Selain memberikan pinjaman secara langsung kepada UMKM yang memenuhi syarat, juga dapat memberikan pinjaman/pembiayaan melalui lembaga perantara, khususnya LKM bagi para UMKM yang belum memenuhi syarat mengakses langsung dana LPDB.

Sedangkan modal pendanaan LPDB berasal dari APBN. Karenanya pemanfaatan dana tersebut perlu dimonitor pemanfaatannya dengan baik. Melalui program monitoring dan evaluasi ini, kata Kemas, diharapkan para Mitra LPDB dapat lebih mengetahui dan mengerti tentang program dana bergulir yang telah disalurkan. Para mitra diharapkan dapat memanfaatkan dana dengan baik, juga mengembalikan pinjaman/pembiayaan dengan tertib, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Secara akumulasi dana LPDB yang telah tersalurkan sebesar Rp 7,05 Triliun kepada 4.120 mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. “Realisasi penyerapan dana bergulir LPDB di Provinsi Sulawesi Tenggara sendiri baru sebesar Rp 58,6 miliar kepada 38 Mitra”, ujar Kemas.

Sementara Gubernur Sultra Nur Alam sangat menyambut baik program yang dijalankan oleh Kementerian Koperasi dan UKM melalui LPDB KUMKM. Menurutnya salah satu kendala bagi UMKM memang sulitnya mendapat akses permodalan dari LKB umum/konvensional. “Tetapi LKM di lain pihak memang mempunyai fleksibilitas lebih dibandingkan dengan bank umum dalam menjawab kebutuhan permodalan bagi UMKM,” ujar Nur Alam. Saw/Mas dbl.

Bagikan ke: