LPDB-KUMKM Pangkas Tarif Suku Bunga Pinjaman

Dana bergulir menjadi salah satu program andalan Kabinet Kerja untuk mewujudkan upaya pemberdayaan bagi para pelaku koperasi dan UMKM. Maka kemudian tingkat suku bunganyapun dipangkas agar semakin kompetitif bagi KUMKM di Tanah Air.

Menjadi lembaga penyalur dana bergulir yang  dapat memberi akses pembiayaan kepada KUMKM melalui penurunan tingkat suku bunga. Itulah salah satu hasil evaluasi terhadap LPDB-KUMKM seusai moratorium. Hasilnya, tingajt bunga yang sebelumnya cukup rendah yaitu persen kini ditekan menjadi persen.

Penurunan tingkat suku bunga dilatarbelakangi alasan LPDB-KUMKMsebagai lembaga non-profit yang dibentuk untuk memberikan stimulus berupa dana bergulir kepada masyarakat. Besaran tarif layanan yang ditetapkan di LPDB adalah untuk Koperasi simpan pinjam sebesar 9 persen menurun per tahun, dengan jangka waktu selama 3 sampai 5 tahun. Sedangkan untuk sektor riil bunganya sebesar 5 persen menurun per tahun dengan jangka waktu 5 sampai 8 tahun. “Bunga pada sektor riil ini turun menjadi 5 persen. Ini merupakan stimulus pemerintah, agar lebih banyak lagi koperasi dan pelaku UKM yang bisa mengakses dana ini. Tidak ada yang lebih murah lagi dari LPDB,” kata Dirut LPDB-KUMKM Kemas Danial. Meski tarif layanan dipangkas, neraca keuangan dan kinerja dari LPDB ini terus mengalami surplus. Tingkat return dari dana penyaluran kepada LPDB cukup tinggi, dengan tingkat kolektibilitas di bawah 2 persen. Dengan begitu, kata Kemas Danial, saat ini LPDB sudah bisa membiayai sendiri biaya operasional dari lembaga dari hasil revenue. “Dengan pendapatan bersih setelah dipotong biaya operasional rata sebesar Rp52 miliar per tahun,” katanya.

image-001

Pada 2013, LPDB-KUMKM meraih predikat AA-Baik, dengan total skor 80,36 pada hasil penilaian kinerja BLU Tahun 2013 yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perbendaharaan. “Ini menunjukkan bahwa kinerja LPDB selalu mencatatkan rapor biru,
sekaligus merupakan prestasi yang membanggakan bagi Kementerian Koperasi dan UKM, khususnya LPDB-KUMKM,” ujarnya. Dengan kinerja yang baik, diharapkan nantinya LPDB dapat berkembang dan memiliki kantor cabang di daerah-daerah. Hal itu menurut dia penting agar cakupan pelayanan yang diberikan LPDB dan program stimulus pemerintah dapat terserap secara luas dan lebih maksimal di seluruh Indonesia.

Hingga  5 Mei 2015, total penyaluran dana LPDB-KUMKM telah mencapai  Rp5,78 triliun kepada lebih dari 688 ribu UMKM melalui 3.975mitra di seluruh Indonesia. Sedangkan target penyaluran dana bergulir tahun 2015 sebesar Rp2,35 triliun yang akan disalurkan kepada 174 ribu UMKM melalui 940 mitra.

Bagikan ke: