LPDB-KUMKM Alokasikan Rp 50 Miliar Dana Bergulir untuk UKM di Jepara

 

JEPARA, Pertengahan Maret ini giliran Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mendapat kucuran permodalan dari Kementerian Koperasi dan UKM, melalui kepanjangan-tangannya LPDB-KUMKM sebesar Rp 50 miliar, guna mendukung pertumbuhan Industri Ekonomi Kreatif.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi Usawabub jeparaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) terus melakukan sosialisasi ke daerah-daerah yang menjadi target sasaran. Cara ini ditempuh agar makin mendorong peningkatan akses pembiayaan berbunga rendah dimanfaatkan para pelaku UKM untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Demikian dikemukakan Direktur Utama LPDB-KUMKM, Kemas Danial dalam acara sosialisasi Dana Bergulir LPDB bertempat di Pendopo Kabupaten Jepara, Senin (14/3).

Acara yang dihadiri lebih 250 orang pelaku UKM ini dibuka Wakil Bupati Subroto, bersama Direktur Utama LPDB-KUMKM, serta jajaran instansi terkait baik dari Provinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten Jepara.

Jepara menjadi salah satu sasaran karena daerah ini identik dengan kerajinan ukir. Terlebih hampir satu dekade daerah bejuluk Bumi Kartini ini telah membranding sebagai The World Carving Center. “Produk dari industri kreatif tidak hanya mewarnai pasar nasional, tetapi pasar dunia. Itu sebabnya, para pengrajin ini butuh stimulus dana dari pemerintah untuk mengembangkan usahanya.” Ujar Kemas Danial.

Imbuh Kemas, secara akumulasi nasional, lembaga yang dipimpinnya telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 7 triliun. Khusus realisasi penyerapan di Kabupaten Jepara sebesar Rp 85,4 miliar yang disalurkan kepada 22 mitra. Melalui sosialisasi ini, Kemas mengharapkan para pelaku usaha, khususnya yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif makin mengerti tentang program bantuan permodalan dana bergulir dan mereka dapat manfaatkan untuk meningkatkan produktivitas usaha, sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi di Kabupaten Jepara.

LPDB-KUMKM tahun ini mengalokasikan Rp 147 miliar kepada Provinsi Jawa Tengah, Rp 50 miliar untuk Jepara. Namun alokasi itu kata Kemas sangat tergantung dari peran aktif para pelaku KUMKM, bila banyak proposal yang masuk dan layak, alokasinya akan ditambah, tetapi bila kurang dana tersebut akan dialihkan ke tempat lain.

Bunga yang ditetapkan relatif murah, yakni hanya 4,5% per tahun sliding atau 2,5% per tahun flat bagi Koperasi dan UKM yang bergerak di sektor riil. Tetapi soal akses syarat dan ketentuannya sama, yaitu harus berbadan hukum minimal 2 tahun, melakukan RAT 2 tahun terakhir untuk Koperasi, dan neraca keuangannya tidak dalam kondisi merugi.

Sementara Wakil Bupati Jepara, Subroto sangat menyambut baik program yang dijalankan Kementerian Koperasi yang dilaksanakan LPDB tersebut. Dia mengharapkan dengan sosialisasi tersebut di wilayahnya, para pelaku usaha makin mengerti keberadaan program dana bergulir ini. Selanjutnya mengajukan permohonan pembiayaan untuk peningkatan usaha, khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kami berharap adanya sosialisasi program dana bergulir ini membuat para pelaku segera mempersiapkan diri mengajukan proposalnya untuk  meningkatkan kapasitas usahanya,” ujar Subroto. (Saw).

 

Bagikan ke: