Lipstik Reforma Agraria Sejati

lipstickBank Dunia melaporkan (15/12-2015), 74% tanah di Indonesia dikuasai oleh 0,2% penduduk. Inilah distribusi lahan paling ekstrim di dunia. Di dalamnya termasuk penguasaan lahan 5.000.000 ha oleh Eka Tjipta Widjaja, taipan pemilik Group Sinar Mas. Di Afrika Selatan, ketika 5% penduduk kulit putih menguasai 50% tanah, rezim apartheid bubar. Ekonom senior Rizal Ramli mencermati, 80% rakyat Indonesia belum merasakan kemerdekaan, lantaran kekayaan sumber daya alam dikuasai oleh hanya 20% penduduk. Dalam rekap Komite Nasional Pembaharuan Agraria, terdapat 1.772 konflik agraria yang belum terselesaikan sepanjang 2004-2015. Idealnya distribusi tanah mengikuti formula 1-2-3, yaitu 1  juta ha untuk orang kaya, 2 juta ha untuk kelas menengah, dan 3 juta ha untuk masyarakat miskin. Bom waktu chaos sosial itu hanya bisa diredam lewat reforma agraria sejati. Bukan program ecek-ecek sertifikasi lahan.

Bagikan ke: