Linkage Program Pembiayaan Kopnus gaet 10 Perbankan

Keberhasilan Koperasi Nusantara menjalankan Linkage Program dengan perbankan terbukti unggul. Meski beranggotakan kalangan pensiunan pegawai negeri koperasi ini mampu menggelontorkan pinjaman lebih dari Rp 700 miliar di tahun 2014.

Sukses Koperasi Nusantara (Kopnus) membangun kinerja bisnisnya tidak lepas dari kepiawaian para pengelola dalam menerobos sumber pembiayaan perbankan. Jika dilihat dari core business-nya yang hanya menyalurkan pinjaman ke kalangan pensiunan pegawai negeri, namun hingga per Desember 2014, penyalurannya mencapai Rp 704,8 miliar dengan pendapatan adminstrasi pencairan sebesar Rp 14,53 miliar.

wasis juhar

Selain memupuk dana anggota yang tercatat sebesar Rp 140,4 miliar serta modal sebesar Rp 69,73 miliar, Kopnus juga memperoleh sumber pembiayaan dari perbankan.

Sejak beroperasi pada 2004, hingga kini tercatat sebanyak 10 bank yang telah memdukung pembiayaan kopnus melalui linkage porgram. Bank tersebut antara lain: SinarMas, BNI, BNI Syariah, Bukopin, Bukopin Syariah, Kesawan, Mutiara, BCA, BCA Syariah, dan Bumi Putera Indonesia.

Dalam RAT Tahun Buku 2014 yang berlangsung akhir Mei lalu, Ketua Kopnus Wasis Djuhar menjelaskan bahwa kegiatan usaha jasa dalam bidang linkage program adalah meneruskan pinjaman dari perbankan kepada anggota. “ Dalam hal ini Kopnus bertindak sebagai channeling agent dari lembaga perbankan dan operasionalnya kami bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (Posindo),” ujarnya.

Penyaluran pinjaman kepada pensiunan pegawai negeri itu, sambung Wasis, sepanjang 2014 tercatat sebanyak 19.102 perjanjian kredit atau meningkat 1,5% dibanding 2013 sebanyak 18.820 perjanjian kredit. Sedangkan jumlah pembiayaan juga meningkat dari Rp 636,9 miliar pada tahun 2013 menjadi Rp 704,8 miliar tahun 2014. Penyaluran dana tersebut tersebar di 11 kantor cabang yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Koperasi yang mengantungi aset sebesar Rp 295,04 miliar ini, sepanjang 2014 berhasil mengantongi pendapatan operasional sebesar Rp 208,11 miliar, mengalami kenaikan Rp 21,75 miliar atau 11,67% dibanding 2013 sebesar Rp 186,38 miliar. Pendapatan tersebut diperoleh dari jasa kegiatan penyaluran pinjaman linkage program sebagai channeling agent.

Bagikan ke: