Lindungi Petani Kopi, Zurich Syariah Luncurkan Asuransi Parametik Syariah

Foto : Istimewa.

Jakarta (Peluang) : Produk ini dirancang khusus untuk petani kopi mengelola risiko cuaca yang mengakibatkan gagal panen.

PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) meluncurkan Asuransi Parametrik Indeks Cuaca Syariah. Produk ini merupakan asuransi yang pembayaran manfaat klaimnya kepada petani dilakukan secara otomatis berdasarkan data cuaca aktual dan tidak memerlukan pengajuan klaim  sebelumnya.

Sebagai langkah awal, Zurich Syariah melindungi lebih dari 1.500 petani kopi di Aceh sebagai salah satu wilayah produsen kopi terbesar di Indonesia.

Asuransi Parametrik Syariah adalah jenis asuransi perlindungan cuaca pertama bagi petani kopi yang hadir di Indonesia yang dikelola dengan prinsip Syariah. 

Presiden Direktur Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak menjelaskan, manfaat pertanggungan dari asuransi parametrik diberikan apabila parameter yang telah ditentukan seperti curah hujan, suhu, kecepatan angin, dan gempa menunjukkan indikasi telah terjadinya resiko yang merugikan.

Asuransi ini membantu petani kopi di Aceh mengelola risiko melalui pertanggungan  yang dibuat khusus untuk kondisi curah hujan yang tinggi atau kondisi kekeringan selama tahap perkembangan tanaman kopi saat tanaman paling rentan terhadap guncangan cuaca. 

“Manfaat yang ditawarkan kepada petani telah melalui perhitungan yang mendalam akan berbagai kemungkinan risiko cuaca dan kebutuhan proteksinya,” ungkap Hilman.

Menurutnya, Asuransi Parametrik ini dibangun dengan melibatkan Blue Marble Microinsurance yang telah memiliki pengalaman mengembangkan produk asuransi jenis ini di berbagai negara khususnya untuk asuransi parametrik tanaman kopi. 

“Kolaborasi ini dirancang untuk menghadirkan perlindungan yang tepat guna dan tepat sasaran, dengan berbasis prinsip syariah,” jelas Hilman dalam rilisnya, Rabu (5/10/2022).

Data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia menyebutkan Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia. 

Kontribusinya terhadap ekonomi negara juga tergolong besar, pada tahun 2021 tercatat industri kopi memberdayakan 1,86 juta kepala keluarga petani dan menyumbang prosentase terhadap produk domestik bruto (PDB) perkebunan sebesar 16,15 persen. 

Namun, kata Hilman, banyak petani kopi masih menghadapi risiko cuaca yang dapat merusak hasil panen tanaman kopi mereka.

Memahami potensi tersebut, dan untuk melindungi petani, Asuransi Parametrik Syariah memberikan perlindungan melalui penggantian kerugian yang dialami oleh petani akibat faktor cuaca dan perubahan iklim. Seperti kekeringan atau tingkat curah hujan tinggi yang dapat merugikan petani kopi akibat gagal panen atau penurunan hasil produksi. 

Hilman berharap Asuransi Parametrik Syariah ini mampu mengatasi kerentanan finansial melalui  penyediaan perlindungan yang terjangkau terhadap kondisi cuaca ekstrem. Serta terbukanya akses asuransi yang lebih inklusif bagi jutaan petani kopi di Indonesia.

Chief Sales and Distribution Officer Zurich Syariah, Auralusia Rimadiana menambahkan produk ini merupakan upaya Zurich dalam membuka akses lebih besar bagi masyarakat yang belum mendapatkan perlindungan dari risiko, dalam hal ini para petani kopi.

Dengan biaya premi yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan petani, serta dikelola dengan prinsip syariah yang bertujuan untuk kebersamaan dan saling tolong-menolong.

Diharapkan produk asuransi syariah ini dapat membantu memberikan rasa aman bagi para petani kopi atas risiko perubahan cuaca ekstrim. 

“Semoga kami turut serta membantu kesejahteraan petani dalam memitigasi risiko,” tandasnya.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *