Pemberdayaan Anggota Melalui Usaha Produktif

Koperasi besar tidak otomatis membuat anggotanya sejahtera. Sebaliknya, jika anggota sejahtera  praktis membuat  koperasi menjadi besar.  Itulah kiat Kopdit CU Semarong menerjemahkan makna anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan.

yohanes

Berada jauh dari hiruk pikuk ekonomi ibukota  Kalimantan Barat,  Pontianak, tak jadi  kendala bagi  Koperasi Kredit (Kopdit) CU Semarong membangun kinerja unggul.  Di tengah keterbatasan infrastruktur,  koperasi yang berdiri pada tanggal 7 Maret 1993 di Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau ini justru mampu menyodok jajaran 100 Koperasi Besar Indonesia.  Predikat tersebut pantas disematkan karena pertumbuhan anggota, aset dan pinjaman beredar yang mencapai ratusan miliar rupiah. Pada tahun buku 2014 aset Kopdit CU Semarong  sebesar Rp 274,7 miliar dengan pinjaman beredar Rp 197,6 miliar.  Sedangkan pada tahun buku 2015 lalu  asetnya sudah tembus  Rp  300 miliar dan  pinjaman beredar Rp 219,2 miliar.

Di luar jajaran angka prestisius tersebut, pengelola koperasi ini memang cerdas merekrut anggota.  Selain berbasis di Tayan Hulu, kopdit ini juga mengembangkan usahanya di luar  Kabupaten Sanggau,  Hingga kini Kopdit CU Semarong sudah membangun 24 Tempat Pelayanan (semacam kantor cabang)  yang tersebar di 5 (lima) kabupaten di Kalbar. Anggotanya tercatat  sebanyak  24.714 naik dibanding tahun buku 2014 sebanyak  741.

Parameter koperasi memang sejatinya dilihat dari besaran anggotanya. Hal itu diyakini oleh Yohanes yang kini Ketua Kopdit CU Semarong. Pada tahun 2015 di tingkat Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT) secara Nasional Kopdit CU Semarong berada pada peringkat 19 dari 338 Kopdit dengan jumlah anggota diatas 1000 orang.Pada tahun yang sama juga memperoleh Penghargaan Koperasi Berprestasi dari Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia. Lantaran koperasi itu milik anggota, maka semua kekayaan koperasi adalah milik anggota. “Jika ada koperasi besar dan makmur tapi tidak disertai dengan kesejahteraan anggotanya, saya kira keberadaan koperasi itu perlu dipertanyakan,” ujar Yohanes  saat berbincang dengan wartawan majalah ini beberapa waktu lalu.

Aset Kopdit CU Semarong bersumber sepenuhnya dari dana anggota tanpa uluran dana pihak ketiga. Karenanya, imbuh Yohanes, sebesar apapun kekayaan koperasi akan mencerminkan kekuatan ekonomi anggotanya.   Modal anggota itu terakumulasi dalam simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela serta simpanan-simpanan lainnya.  Bagi Yohanes, prinsip keanggotaan terbuka, suka rela, dijalankan melalui pendidikan dan  berdasarkan demokrasi ekonomi  serta menjunjung moralitas/integritas yang tinggi adalah daya tarik yang membuatnya bergabung di Kopdit CU Semarong. Konsep tersebut menurutnya, dapat mempercepat kemakmuran sosial- ekonomi bagi masyarakat Indonesia.  Faktanya, usaha koperasi sudah terlihat sebagai jalan menuju kesejahteraan tersebut. Terutama bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

cu semarong

Baginya, jika koperasi sudah mampu memberikan kenyamanan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya, sudah mencerminkan koperasi yang benar. Tapi tidak berarti koperasi memanjakan masyarakat atau anggotanya hanya melulu dengan pinjaman tanpa melibatkan partisipasi menyimpan.   Harus  ada mobilisasi ekonomi yang bergerak dari masyarakat itu sendiri, yakni modal dari masyarakat, digunakan untuk masyarakat dan keuntungannya kembali dinikmati masyarakat yang tergabung dalam koperasi. Selain juga keuntungan langsung dari manfaat modal usaha yang dipinjamkan koperasi.

“Saya bergabung dengan Kopdit CU Semarong karena punya tujuan mulia ingin mengangkat kesejahteraan anggota,” tutur Yohanes, pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau yang jadi anggota  Kopdit CU  Semarong pada tahun  2000.  Melalui Kopdit, nilai-nilai moralitas anggotanya juga dapat terjaga. Hal itu terlihat dari perobahan pola sikap dari masyarakat yang bergabung dengan kopdit, yang semula   tidak memiliki tabungan, uangnya selalu habis digunakan untuk konsumtif dan foya-foya (minum-minum) menjadi sadar masa depan dan menabung. Bahkan tak sedikit yang kemudian memiliki kegiatan usaha produktif yang justru menghasilkan nilai tambah pendapatan keluarga.

Jelasnya, imbuh Sarjana Keperawatan ini,  dengan berkoperasi dapat merubah mindset dan perilaku masyarakat menjadi lebih baik dan terarah menentukan langkah hidupnya melaui pendidikan. Bahkan tidak sedikit anggota Kopdit CU Semarong yang kini berperan sebagai penopang ekonomi keluarganya.

Upaya membangun loyalitas anggota, salah satu program yang tengah digalakkan Kopdit CU Semarong adalah pemberdayaan anggota melaui usaha produktif.  Sebagai daerah perkebunan penghasil utama sawit dan karet, maka mayoritas anggota koperasi ini tentulah para petani/ pekebun.  Agar  dana dari usaha perkebunan mereka  dapat  dimanfaatkan, Kopdit/CU berupaya memberikan wawasan usaha yang sifatnya berkesinambungan. “Usaha simpan pinjam memang pokok utama aktivitas Kopdit CU Semarong, ke depan kita akan mengembangkan usaha di sektor produksi dengan memanfaatkan potensi anggota,” kata Yohanes. Usaha di sektor produksi yang tengah digalakkan Kopdit CU Semarong antara lain pembiayaan usaha anggota di sektor home industri semisal barang kerajinan lokal, perbengkelan dan usaha agro pertanian, perikanan serta perkebunan.

Guna menopang pengembangan usaha produksi itu, Kopdit CU Semarong memberikan dukungan  dengan menyediakan produk simpanan dan pinjaman bagi mereka yang akan digunakan sebagai modal usaha. Melalui  simpanan pokok (SP)  sebesar Rp 1 juta dan simpanan wajib (SW)  Rp 20 ribu per bulan serta simpanan sukarela minimal Rp 20 ribu per bulan.

Jenis produk simpanan di Kopdit Semarong antara lain Simpanan Saham (SP + SW), Simpanan Setara Saham dan Simpanan non Saham. Simpanan Setara Saham terdiri dari Sikesta (simpanan kesejahteraan anggota), Sitarum (simpanan tanah dan perumahan) dan Sikenda (simpanan kendaraan) jenis produk simpanan yang diperuntukkan bagi anggota maupun calon anggota yang berkeinginan menyimpan uangnya dengan suku bunga tertentu.  Sedangkan Produk Simpanan Non-saham adalah diperuntukan bagi anggota maupun calon anggota yang berkeinginan menyimpan uangnya dalam waktu dan suku bunga tertentu antara lain Sibuhar (Simpanan Bunga Harian), Simpel (Simpanan Pelajar), Sipendik (Simpanan Pendidikan), dan  Siharta (Simpanan Hari Tua). Sedangkan  produk pinjaman yakni pinjaman kapitalisasi, pinjaman kesejahteraan, pinjaman produktif, pinjaman pertanian, pinjaman pendidikan, pinjaman darurat/berobat, pinjaman untuk membeli tanah dan perumahan (Pitarum), pinjaman untuk membeli kendaraan (Pikenda), pinjaman sosial, dan pinjaman kelompok.

Untuk mendukung pelayanan pada anggota koperasi mempekerjakan  141 karyawan  yang tersebar di Kantor Pusat dan 24 kantor cabang.  Kendati belum menggunakan sistem on-line namun operasional Kopdit CUSemarong seluruhnya sudah computeriized serta didukung oleh tenaga lapangan yang sangat gesit menjemput pinjaman maupun simpanan anggota.  Yohanes memprediksi mulai 2017 mendatang Kopdit CU Semarong bakal mulai menjajaki operasional on-line system. (SAW)

Bagikan ke: