Laboratorium Alami Gajah dan Badak

Jangan dikira Lampung tak memiliki tempat menarik untuk dikunjungi. Tak cuma gajah, badak dan harimau; pantai, laut dan pulau-pulau kecilnya menjanjikan hal unik bagi para pelancong.

Lab Alami Mama Purba

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) telanjur identik dengan gajah. Meski di sana juga tempat hidup satwa langka seperti badak dan harimau Sumatera. Luasnya 125.621,3 hektare. Taman ini mewakili ekosistem hutan dataran rendah. Terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera.            Tempat ini cocok untuk tracking di hutan rimba atau berperahu motor ke hulu atau hilir sungai.

Anda bisa menengok-nengok Taman Nasional dengan menunggang gajah. Waktu terbaik untuk bisa melihat satwa-satwa liar itu adalah pagi atau sore hari. Safari di malam hari di sini tentu memicu sensasi. Hewan tertentu lebih aktif di malam hari. Sayangnya, jam berkunjung terbatas hingga pukul 16:00 WIB.

Peruntukan TNWK terbagi tiga. Way Kambas lebih untuk kegiatan berkemah. Way Kanan untuk kegiatan penelitian dan penangkaran badak, dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma peneliti. Sedangkan Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas untuk kegiatan menyelusuri sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung migran), padang rumput dan hutan mangrove.

Selain TNWK dan gajah yang jadi ikon, di provinsi paling selatan Pulau Andalas ini terdapat sejumlah destinasi menarik. Untuk wilayah pantai, lokasi berikut ini tak sepatutnya diabaikan jika Anda mengunjungi Bumi Ruwa Jurai. Sebut

saja Pantai Sari Ringgung dengan hamparan cantik pasir putihnya, sunset dan sunrise yang jadi favorit liburan keluarga. Di pantai ini sudah tersedia fasilitas yang cukup. Dari sini kunjungi pula Pulau Pasir Timbul dan Pulau Tegal. Letaknya di tengah-tengah laut. Berlayar 15-25 menit dengan perahu kecil/jukung dari dermaga Ringgung.

Ada Pantai Batu Layar yang tersembunyi dan belum terlalu terjamah. Dikenal juga dengan nama Pantai Karang Gigi Hiu. Ini mencerminkan kondisi pantai yang berhiaskan batu-batu menjulang tajam, menyerupai gigi hiu. Konon ini salah satu pantai paling fotogenik di Indonesia.

Di Pulau Pisang, dinamai begitu karena bentuknya yang mirip pisang, Anda bisa asyik menikmati pesona alamnya yang asri. Untuk mencapai pulau ini, dari Terminal Krui menuju Dermaga Tembakak, lalu berlayar sekitar 20 menit. Jadwal penyeberangan kapal hanya dua kali sehari, pukul 7 pagi dan pukul 2 siang. Siapkan energi untuk berkeliling dan bonus bertemu dengan lumba-lumba.

Pemandangan alam cantik lainnya ada di  Teluk Kiluan. Terletak di Desa Kiluan Negeri, Kec Kelumbayan, Kab Tanggamus. Hanya 80 km dari pusat kota Bandarlampung, Teluk Kiluan jadi menarik karena merupakan spot migrasinya lumba-lumba. Teluk Kiluan makin memukau karena pantainya yang berpasir putih nan lembut. Tidak jauh dari teluk ini, ada Pulau Kelapa. Teluk Kiluan tempat berenang sepuasnya dan penggemar snorkeling. Di sini bisa menyaksikannya dari pukul 06:00 hingga 10:00. Untuk menyaksikan atraksi kece lumba-lumba, Anda harus berlayar menggunakan jukung/perahu  kecil.

Curup Lestari, Air Terjun Lembah Pelangi dan Air Terjun Way Lalaan.

Untuk menyaksikan koleksi lengkap kupu-kupu, kunjungilah Taman Kupu-Kupu Gita Persada. Lokasinya di Jalan Wan Abdurahman, Tanjung Gedong, Kemiling. Hanya 30 menit dari pusat kota. Para pengunjung disambut taman yang berhiaskan bunga warna-warni. Dan tentu saja kemolekan kupu-kupu berbagai jenis dan warna yang beterbangan mengitari taman. Tidak jauh dari pintu masuk, ada sebuah rumah kayu. Di s ini disimpan ratusan jenis kupu-kupu yang diawetkan semenjak tahun 2002. Inlah yang disebut dengan museum kupu-kupu.

Wisata Taman upu-Kupu Gita Persada juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti pendopo untuk beristirahat, rumah pohon, WC umum, penangkaran kupu-kupu, dan sarana bermain anak-anak. Di sana juga terdapat Tea House beserta hidangan camilannya. Tempat ini setiap hari buka pukul 09 pagi hingga 5 sore. Untuk wisata edukasi, silakan ke Taman Purbakala Pugung Raharjo, di Desa Pugungraharjo, Lampung Timur. Di sini terssimpan penemuan-penemuan arkeologi dari zaman Megalitik, Klasik, hingga Islam.

Di Bandarlampung, kota gabungan Telukbetung dan Tanjungkarang, selaiknya jangan lupa mampir ke Museum Negeri Ruwa Jurai.●(dd)

 

Bagikan ke:

One thought on “Laboratorium Alami Gajah dan Badak

  1. Hi my friend! I want to say that this article is awesome, nice written and include approximately all vital infos. I¦d like to look extra posts like this .

Comments are closed.