Laba Perhutani di 2014 Melesat

PERUM Perhutani meraih kinerja cemerlang pada 2014. Penetapan Perum Perhutani sebagai induk (holding) BUMN kehutanan dinilai memberikan sumbangsih terhadap kenaikan penerimaan laba yang mencapai Rp 380 miliar.

“Kenaikan laba Perum Perhutani di 2014 cukup signifikan, meningkat 186% daripada di 2013,” tutur Direktur Utama (Dirut) Perum Perhutani Mustoha Iskandar, pekan lalu di Jakarta.

pembibitan hutan

Pada 2014, Perum Perhutani mencetak laba Rp380 miliar. Angka itu melesat jika dibandingkan dengan laba tahun-tahun sebelumnya, yaitu pada 2013 Rp207 miliar, pada 2012 mencapai Rp202 miliar, pada 2011 Rp149 miliar, dan di akhir 2010 Rp156 miliar.

Terhitung sejak 17 September 2014, sebanyak lima perusahaan di sektor kehutanan meliputi PT Inhutani I, PT Inhutani II, PT Inhutani III, PT Inhutani IV, dan PT Inhutani V resmi bergabung di bawah komando Perum Perhutani yang ditunjuk sebagai holding BUMN kehutanan.

“Praktis ada delapan anak perusahaan di bawah Perhutani. Tiga sebelumnya yang bergabung lebih dulu yaitu PT Perhutani Anugerah Kimia (PAK), PT Palawi Resosis, dan PT BUMN HL,” imbuh Mustoha.

Kendati laba perusahaan diklaim melonjak drastis, ia mengungkapkan penjualan volume kayu lebih rendah ketimbang tahun sebelumnya. Alih-alih dikira rugi, pihaknya mengaku memperoleh keuntungan.

“Karena kami selektif menebang pohon, tentu kualitasnya jadi lebih baik. Makanya harga jualnya bisa dinaikkan rata-rata sekitar 130%,” ucapnya.

Faktor itu diakuinya turut mendongkrak pendapatan perusahaan 25% menjadi Rp2,15 triliun pada 2014 jika dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp1,7 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Perum Perhutani Morgan Sharif Lumban Batu menambahkan, setelah Perhutani ditetapkan holding di bidang kehutanan, pihaknya perlu mengubah sistem perusahaan menjadi lebih modern.

“Salah satunya pembatasan transaksi tunai yang kami alihkan transaksi online,” tukasnya.

Bagikan ke: