Laba Bukopin Syariah Tumbuh 90,5%

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

JAKARTA—-Kinerja Bank KB Bukopin Syariah (KBBS) terus meningkat seiring dengan keberhasilan Perseroan dalam mengimplementasikan strategi pertumbuhan bisnis. Selama triwulan I/2022 KBBS berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp231 juta.

Angka tersebut melonjak 90,5% dibandingkan dengan pencapaian laba bersih KBBS pada triwulan I/2021 yang mencapai Rp121 juta.

Menurut Direktur Utama PT Bank KB Bukopin Syariah Hari Wurianto, terdapat beberapa faktor yang memacu KBBS untuk dapat menggenjot kinerjanya, salah satunya adalah terlaksananya perbaikan dan optimalisasi produktivitas bisnis.

Hari mengatakan, KB Bukopin Syariah menempuh sejumlah langkah strategis lain untuk memacu pertumbuhan kinerja, antara lain mendorong pertumbuhan pembiayaan yang sehat, melakukan perbaikan struktur pendanaan.

“Selain itu kami melakukan penguatan permodalan, perbaikan kualitas aktiva produktif, pengembangan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Peluang, hari ini (28/5/22).

Hasilnya, selama triwulan I tahun 2022 KBBS berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp4,69 triliun, meningkat sebesar 23,26% dibandingkan dengan pembiayaan yang disalurkan triwulan I tahun 2021 yang mencapai Rp3,81 triliun.

Capaian ini meningkat sebesar 9,94% dibandingkan dengan pembiayaan yang disalurkan pertanggal 31 Desember 2021 yang mencapai Rp4,27 triliun.

Sementara itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KBBS juga terus meningkat. Hal itu terlihat dari mobilisasi dana pihak ketiga (DPK) Perseroan pada triwulan I/2022 yang tumbuh secara signifikan. DPK KBBS per 31 Maret 2022 yang mencapai Rp4,98 triliun.

Capaian ini  meningkat sebesar 130,38% dibandingkan dengan DPK yang berhasil dihimpun per 31 Maret 2021 yang mencapai Rp2,16 triliun dam meningkat sebesar 8,56% dibandingkan dengan DPK yang berhasil dihimpun pertanggal 31 Desember 2021 yang mencapai Rp4,59 triliun.

Dengan capaian tersebut, total aset KBBS per 31 Maret 2022 berhasil tumbuh menjadi Rp6,54 triliun, meningkat 27,40% dibandingkan dengan posisi 31 Maret 2021 yang tercatat sebesar Rp5,13 triliun dan meningkat 5,24% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2021 yang mencatatkan aset sebesar Rp6,22 triliun.

Perseroan juga berhasil menurunkan rasio NPF (net) KBBS pada posisi 31 Maret 2022 yang tercatat sebesar 3,78%, dibandingkan dengan posisi 31 Maret 2021 yang mencatatkan NPF (net) sebesar 4,94%.

Hingga akhir 2022, aset KBBS diproyeksikan mencapai Rp6,97 triliun, dengan pembiayaan sebesar Rp5,3 triliun dan DPK sebesar Rp5,4 triliun.

Pendapatan dari feebased income Desember 2022 ditargetkan sebesar Rp45 miliar atau naik sebesar 43,51%. Peningkatan fee based tersebut berasal dari produk-produk antara lain Bank Garansi, PPOB dan Bancassurance, di samping dari pendapatan administrasi pembiayaan.

Hari menjelaskan, untuk terus mendorong pertumbuhan pada tahun ini KBBS akan fokus untuk melakukan collection dan meningkatkan pertumbuhan pembiayaan pada segmen-segmen tertentu yang dimonitor secara terpusat dan diharapkan dapat meningkatkan performance KBBS hingga akhir 2022 (TRD).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.