Laba 332 Emiten Tumbuh 50,49 Persen

Foto : Istimewa.

Jakarta (Peluang) : Kinerja emiten secara umum menunjukkan perkembangan yang cukup baik pada semester I-2022.  

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 332 emiten menunjukkan peningkatan kinerja dengan peningkatan laba sebesar 50,49 persen. Hal ini sejalan dengan kinerja dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 20,69 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan, pasar saham Indonesia terpantau menguat sejalan dengan perkembangan positif di pasar domestik. Dari sisi kinerja emiten secara umum juga menunjukkan perkembangan.

OJK mencatat sebanyak 332 emiten menunjukkan kinerja positif dengan peningkatan laba sebesar 50,49 persen pada semester I tahun 2022.  Hal ini sejalan dengan kinerja pertumbuhan pendapatan sebesar 20,69 persen.

“Dari 481 emiten listing saham yang telah menyampaikan laporan keuangan tengah tahunan 2022, sebanyak 332 emiten atau 69,03 persen menunjukkan peningkatan kinerja dengan pertumbuhan pendapatan tercatat sebesar 20,69 persen dan peningkatan laba sebesar 50,49 persen,” kata Inarno.

Ia menjelaskan, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 3,27 persen ke level 7.178,59 dengan nonresiden mencatatkan inflow sebesar Rp 7,52 triliun per 31 Agustus 2022. Perhimpunan dana di pasar modal per 31 Agustus 2022 sebesar Rp 168,75 triliun, dengan emiten baru tercatat sebanyak 48 emiten. 

“Di pasar SBN (Surat Berharga Negara), nonresiden mencatatkan inflow sebesar Rp 10,5 triliun, sehingga mendorong rerata yield SBN turun 15,90 bps pada seluruh tenor,” ujar Inarno.

Dalam menjaga stabilitas sektor keuangan, OJK menjalankan beberapa kebijakan untuk mengelola volatilitas dan menghadapi tantangan yang terjadi di pasar modal domestik. Upaya ini dilakukan seiring masih tingginya volatilitas pasar dan potensi meningkatnya tekanan ke depan.

“Sektor pasar modal, OJK akan menyiapkan regulasi dan infrastruktur bursa karbon berkoordinasi dengan stakeholder, mendukung implementasi keuangan berkelanjutan, dan pengembangan pasar modal syariah dengan mengembangkan aset wakaf melalui pasar modal syariah,” paparnya.

Ke depan menurutnya, OJK juga akan mendorong pendanaan dari pasar modal syariah bagi pelaku industri halal. Dari sisi suplai,  OJK mendorong penambahan instrumen pasar modal sebagai alternatif produk investasi, antara lain dalam bentuk produk terstruktur.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara menambahkan, untuk meningkatkan kepercayaan investor, OJK berencana mendorong pengawasan khusus oleh Busa Efek atas saham yang memenuhi kriteria tertentu, seperti going concern.

“Saat ini atas saham dalam pengawasan khusus telah diimplementasikan melalui pemberian notasi khusus dan akan ditempatkan pada papan pemantauan,” pungkasnya. (S1).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.