KUD Riau andalkan peremajaan kebun sawit

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperhatikan sektor koperasi dan UKM sebagai wujud dari ekonomi kerakyatan yang harus terus digalakan, kata Presiden Joko Widodo.

Sawit Riau

Pernyataan itu disampaikan Presiden dalam perayaan hari Koperasi ke 69 di Jambi, 21 Juli lalu.  Dia menjanjikan untuk memberikan kesempatan pada koperasi  mengelola lahan sawit di lahan milik negara.  Jauh sebelum pidato seremonial  tersebut, pemerintah memang telah mendukung penuh pengelolaan kebun sawit berkelanjutan. Polanya dengan membantu peremajaan kebun sawit yang dikelola oleh sejumlah koperasi (KUD).  Salah satunya adalah KUD Mulus Rahayu Riau yang mendapatkan bantuan sebesar Rp 6,75 miliar dari mitra usahanya, Asian Agri.  KUD yang  berkantor di Desa Delima Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, ini  terdiri 6 kelompok tani serta I35 petani anggota.  Bantuan tersebut dialokasikan untuk peremajaan kebun seluas 310 hektar.

KUD Mulus Rahayu  memperoleh kesempatan perdana mewakili petani kelapa sawit Indonesia untuk menerima bantuan peremajaan kebun sawit rakyat dari Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Bayu Krisnamurthi. Penyerahan didampingi oleh Senior Executive Vice President Bank Syariah Mandiri, Muhammad Busthami dan Managing Director Asian Agri, Kelvin Tlo. Hadir pula Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Dwi Pratomo dan Jajaran Muspida Provinsi Riau dan Kabupaten Siak, serta para petani yang berkomitmen mengikuti program peremajaan kebun sawit

Kelapa Sawit adalah sektor unggulan yang menghasilkan devisa terbesar bagi ekonomi Indonesia. Karena usianya lebih dari 25 tahun perlu diremajakan.  Bayu Krisnamurthi mengatakan,  pada 2016 terdapat tujuh proyek dalam 4.200 hektar perkebunan sawit yang telah siap melakukan replanting. Dari luas Iahan tesebut sebagian besar berada di Sumatera Selatan dan Riau.

Usai menyerahkan bantuan dana, pihak BPDPKS, petani dan Asian Agri melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk program peremajaan kebun sawit berikutnya.  Dalam konteks ini peran BPDP Sawit adalah memfasilitasi dan mendukung peiaksanaan kesepakatan kerja sama petani, perbankan dan perusahaan sawit dalam peremajaan perkebunan rakyat. Sementara itu,  Kelvin Tio mengatakan, Asian Agri dan petani plasma telah menjalin kemitraan selama 29 tahun. Program peremajaan kebun kelapa sawit pun merupakan komitmen Asian Agri dan petani plasma yang akan berlanjut di tahap berikutnya. Untuk satu siklus penanaman ini, merupakan bentuk keberhasilan Private Public Partnership dalam industri keiapa sawit indonesia.

Petani pun gembira ketika pada 5 April lalu koperasinya, KUD Mulus Rahayu mendapat kepercayaan pemerintah melalui BPDPS sebagai penerima pertama dana bantuan peremajaan atau replanting sawit di indonesia. “Terima kasih kepada pemerintah melalui BPDKS dan Asian Agri yang telah konkrit memberikan dukungan kepada petani sawit untuk meremajakan kebun-kebun kami,” kata Ketua KUD Mulus Rahayu,

Asian Agri juga berencana mendampingi peremajaan sawit rakyat seiuas 2.402 hektar. Pada 20l7 juga berencana mendampingi peremajaan kebun petani sawit rakyat seluas 4.000 hektar di Riau dan 600 hektar di Jambi. (SAW)

Bagikan ke: