KSP Wira Karya Jaya Salurkan Pinjaman Rp 55,2 miliar di tahun sulit

Di tengah pelambatan ekonomi akibat suhu politik yang panas di dalam negeri, KSP Kowika Jaya masih mampu meningkatkan kinerja usahanya yang naik  tipis rata-rata dua persen. Partisipasi anggota jadi andalan.

Sejumlah gangguan eksternal sempat membuat  usaha  Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kowika Jaya melambat. Kondisi politik yang memanas membuat koperasi ini mengetatkan kucuran pembiayaan kepada anggotanya.  “Kondisi ekonomi yang kurang baik di tahun 2014  memaksa kami  hati-hati menyalurkan pinjaman. Total pinjaman yang dapat disalurkan Rp 55,2 miliar atau hanya 77% dari rencana penyaluran sebesar Rp 72 miliar,” kata Ketua KSP Kowika jaya Sadari dalam RAT ke XVIII KSP Kowika Jaya pertengahan Februari lalu di Jakarta.

Kowika

Selain krisis politik yang memanas, kondisi eksternal yang tidak kondusif lainnya terjadi pada  penurunan daya beli anggota yang  kebanyakan para pedagang kecil. Menurut Sadari, sejumlah anggotanya yang para pedagang barang dan makanan itu banyak yang gulung tikar karena kalah bersaing dengan pasar modern, seperti Indomart, Alfamart serta hypermart yang belakangan tumbuh subur di mana-mana, bahkan hingga ke dalam kampung.

“Munculnya pasar-pasar modern yang tak terkendali itu mengakibatkan anggota kami tak mampu bersaing karena memang kalah segala-galanya,” ujarnya lagi.

Sepanjang 2014, kendati terjadi penambahan anggota baru sebanyak 23 orang, namun jumlah yang keluar lebih banyak yaitu  34 orang,  sehingga jumlah anggota per Desember 2014 sebanyak 817 orang dan karyawan 136 orang.

Upaya meningkatkan partisipasi anggota, koperasi beraset Rp 39 miliar ini secara rutin melakukan kunjungan rutin kepada anggotanya. Cara tersebut dinilai jitu guna menjaga loyalitas anggota dan merupakan strategi pasar yang oleh Sadari dinamainya MLM alias Mulut ke Mulut alias getuk tular.  Dorongan motivasi lainnya terhadap anggota adalah memberikan penghargaan kepada anggota yang aktif bertransaksi. Dalam RAT ini, Kowika Jaya  memberikan penghargaan kepada  enam anggota terbaik,  delapan penabung terbaik berupa piagam dan hadiah sebuah TV 32 Inchi.  Sedangkan aksi sosial yang rutin dilakukan setiap RAT pemberian santunan pendidikan kepada siswa dari anggota keluarga Kowika Jaya dan juga dari anak-anak yatim piatu. Tahun ini  Kowika Jaya memberikan bantuan biaya pendidikan kepada 17 putra-putri Kowika jaya dan lingkungan antar koperasi yaitu tujuh orang siswa  SD, lima orang siswa SMP dengan bantuan diberikan masing-masing Rp 1,2 juta. Sedangkan untuk  lima orang SMA  masing-masing diberikan Rp1, 5 juta. Total bantuan diberikan mencapai Rp 20,5 juta.

Mengenai prospek pasar tahun 2015, Sadari mengatakan

Kowika Jaya  akan  menjalankan usahanya dengan prinsip  kehati-hatian dan tetap menjaga soliditas para anggotanya. “Tahun ini kami menargetkan  pinjaman sebesar Rp 66 miliar, volume penagihan Rp 63 miliar dan pendapatan jasa simpan pinjam Rp 9 miliar,” kata Sadari optimistis.

Bagikan ke: