KSP KODANUA Empat dasa warsa melayani dan berprestasi

Menghimpun aset hingga Rp 150 miliar, 22  cabang tersebar di empat provinsi, anggota dan calon anggota mencapai 17 ribu orang,  memberi  bukti kuat bahwa Koperasi Simpan Pinjam Kodanua tidak sekadar besar karena faktor usianya yang memasuki tahun ke 40.

RAT ke 40 Kodanua

Di tengah iklim ekonomi yang mendewakan modal sebagai variabel pokok, memang tidak mudah mengayuh badan usaha bernama koperasi yang hanya mengandalkan partisipasi anggota.

Tantangan itulah yang dihadapi KSP Kodanua sejak berdiri pada 5 Maret 1977.  Awalnya hanyalah sebuah kelompok arisan guru bernama Gurindo Jaya (Guru Indonesia Jakarta Raya), sasaran waktu itu sekadar mengamankan kebutuhan finansial para guru yang biasa kehabisan dana menjelang akhir bulan. Belakangan Gurindo beralih status menjadi koperasi simpan pinjam (KSP) Kodanua dengan modal awal sebesar Rp 9 juta. Pelayanan pun melebar, tak hanya untuk kalangan para guru, tetapi juga masyarakat ekonomi menengah bawah yang membutuhkan modal usaha.

Di bawah kepemimpinan HR Soepriyono, Kodanua sukses memainkan peran ekonominya sebagai lembaga yang melayani kalangan usaha mikro kecil yang tak tersentuh perbankan.  Memasuki satu dekade keberadaannya, Kodanua mencatat sejumlah prestasi membanggakan, antara lain  meraih predikat Koperasi Terbaik di Jakarta Barat berturut-turut dari tahun 1987 hingga 1991. Sejak 1993 hingga 1996, Kodanua membukukan penghargaan Koperasi Teladan Jakarta Barat dan Teladan Utama DKI Jakarta dan sekaligus Teladan Utama Nasional pada 1999.  Berbagai produk usaha guna melayani anggota terus dikembangkan, sehingga empat tahun berselang,  kembali meraih  predikat Koperasi Berprestasi Nasional Tahun 2003.

RAT KSP Kodanua

Seolah tak hendak berhenti dengan prestasi, dalam ajang KSP Award 2011 yang diadakan Kementerian Koperasi UKM, Kodanua meraih  penghargaan KSP terbaik dalam Sektor Pembiayaan  Produktif.  Penghargaan bergengsi lainnya adalah Sertifikat ISO 9001 pada 2009 dan 2010 yang merupakan pengakuan terhadap kinerja pelayanan manajemen terbaik.

Menurut Soepriyono sukses Kodanua meraih berbagai  prestasi  sejak 1987 itu hanyalah semacam reward bahwa koperasi yang dipimpinnya sudah berjalan di jalur yang benar (on the right track)

“Bagi kami ada atau tidak ada penghargaan tersebut, tujuan berkoperasi tetap kami ke depankan sebagai upaya menyejahterakan anggota,’’ tutur sarjana Administrasi Bisnis ini. Anggota  maupun calon anggotanya didominasi oleh kalangan pedagang kecil dan kaki lima dengan  plafon pinjaman mulai Rp 2 juta hinggga Rp 1 miliar. Dalam Rapat Anggota Program Desember 2016 lalu, Kodanua mermbuat kebijakan baru dengan menaikan batas pinjaman menjadi Rp 2 miliar dengan tenor 2 tahun.

Pelayanan yang maksimal terhadap anggota,  adalah selling point yang jadi keunggulan koperasi ini. “Anggota kami layani langsung ke pintu toko atau rumahnya, dan  pola pelayanan jemput bola ini merupakan andalan Kodanua sejak mula berdiri, empat dasa warsa lalu,” kata Soepriyono.

(Irsyad Muchtar)

Bagikan ke: