Kreatif dan Inovatif dalam Berwirausaha

Banyak inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan baru dan berbeda antara objek, proses, bahan, teknologi dan orang. Untuk membantu kreativitas, kita dapat melakukan cara pandang kita terhadap hubungan kita dengan lingkungan alam sekitar.

‘KREATIF’ adalah menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain, atau menghubungkan hal-hal yang tadinya tidak berhubungan. Sedangkan ‘inovatif’ adalah menciptakan sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada, sesuatu yang sama sekali berbeda. Hal-hal itulah yang sejatinya diperlukan para wirausahawan.

Yang dimaksud dengan wirausahawan adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausahawan. Wirausahawan adalah pionir dalam bisnis, inovator, penanggung risiko yang mempunyai penglihatan visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha. Fungsi kreativitas dalam proses inovasi merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan efisiensi pada suatu sistem.

Ada dua aspek penting pada kreativitas yaitu proses dan manusia. Proses yang berorentasi tujuan, yang didesain untuk mencapai solusi suatu permasalahan. Proses tetap sama, tapi pendekatan yang digunakan dapat bervariasi. Antara wirausahawan yang satu dan yang lainnya pastilah melakukan cara atau strategi yang berbeda-beda dalam membangun bisnisnya. Cara atau strategi inilah yang menentukan hasil akhir. Semakin kreatif orang tersebut menggunakan peluang yang ada, semakin baik pula hasil dari bisnis yang mereka jalankan.

Memang, berpikir kreatif tidaklah semudah yang dibayangkan. Bagi anak-anak mungkin kreativitas masih sangat luas karena pemikiran mereka masih polos. Tetapi semakin bertambah dewasanya seseorang, kreativitas seakan-akan telah dikotak-kotakkan, dan ini menjadi hambatan untuk berpikir kreatif. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh pendidikan dan budaya. Misalnya 1+1 = 2, apabila ada jawaban yang berbeda, maka akan dianggap salah atau aneh.  

Hambatan lainnya adalah sikap menerima apa adanya. Dia terpaku dengan apa yang telah dialaminya selama ini, tidak mau keluar dari batasan-batasan yang ada sebelumnya. Atau, ini  hambatan yang paling sering ditemukan, takut dianggap aneh atau bodoh. Seseorang jadi tidak berani mengeluarkan ide atau pendapat yang sebenarnya sudah matang di dalam pikirannya. Dia juga tidak percaya diri bahwa ide yang ada dalam pikirannya adalah ide yang sesungguhnya benar.

Dalam berwirausaha, kreativitas sangatlah dibutuhkan. Kreativitas wirausaha merupakan kemampuan seseorang untuk menuangkan ide dan gagasan melalui berfikir kreatif menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan, perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan.

Selain kreatif, hal lain yang diperlukan dalam berwirausaha adalah inovatif. Dengan inovasi, wirausahawan menciptakan baik sumber daya produksi baru ataupun pengelolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada.

Mengembangkan inovasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan baru dan berbeda antara objek, proses, bahan, teknologi dan orang. Untuk membantu kreativitas, kita dapat melakukan cara pandang kita terhadap hubungan kita dengan lingkungan alam sekitar. Orang yang kreatif akan memiliki hubungan intuisi tertentu untuk dapat mengembangkan dan mengenali hubungan yang baru. Untuk dapat melakukan kreativitas agar dapat berimajinasi  yang inovatif gunakanlah otak kanan, sedangkan otak bagian kiri digunakan untuk bekerja. Proses kreativitas yang inovatif meliputi pemikiran logis dan analitis terhadap pengetahuan, evaluasi dan tahap implementasi. Jadi, agar kita lebih kreatif, kita harus melatih dan mengembangkan kemampuan kedua otak kita.•(Nay)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *