Kospin Jasa cetak aset terbesar Rp 5,6 Triliun

Kendati dibayangi kelesuan ekonomi nasional, laju usaha Kopsin Jasa tak terbendung. Koperasi terbesar Indonesia ini melaju dengan pencapaian aset Rp 5,6 triliun dan ekspansi 131 kantor pelayanan di berbagai provinsi.

Jika bisnis koperasi acapkali tak dilirik sebagai pelaku ekonomi potensial di negeri ini, agaknya kita bisa bercermin pada dua hal. Pertama, karena para pengambil kebijakan memang tidak sungguh-sungguh memberdayakan koperasi. Hanya sekadar lip service politik. Karenanya jumlah koperasi yang besar itu hanya gelembung ekonomi kosong. Kedua, coba tengok koperasi-koperasi yang tumbuh secara mandiri dan kokoh menjaga loyalitas anggotanya. Seperti halnya Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa Pekalongan, pemuncak koperasi besar Indonesia. Koperasi yang tumbuh di kota pesisir, jauh dari ibukota ini, mampu jadi barometer ekonomi Pekalongan dengan mensinergikan segenap potensi masyarakat sekitarnya yang majemuk, yakni komunitas Jawa, Arab dan Cina.

RAT kospin jasa

Decak kagum pada koperasi tiga etnis ini terlihat pada wajah sekitar 500-an orang tamu undangan yang menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kospin Jasa di Aula Pondok Pesantren Modern AH Djunaid, 19 Maret 2016 di Pekalongan.

Dalam laporannya, Ketua Umum Kospin Jasa H.M. Andy Arslan Djunaid mengatakan, di tengah kondisi ekonomi nasional yang kurang menguntungkan tahun 2015, Kospin Jasa mampu menjaga kinerja unggulnya dengan peningkatan laba dan ekspansi usaha. Sepanjang 2015, Kospin menambah kantor pelayanan antara lain pembukaan kantor Kas Wangon (Banyumas), Masaran (Sragen), Kersana (Brebes), Margasari (Tegal), Ujungberung (Bandung), Dalung (Bali), Doro (Pekalongan), dan Ciamis. Kantor kas baru yang mulai operasional di awal 2016 adalah Kas Wedi (Klaten), Jembatan Lima (Jakarta), Capem Sidoarjo (Surabaya), Surodadi (Tegal). Hingga saat ini, total kantor pelayanan Kospin Jasa sebanyak 131 unit dengan pelayanan transaksi seluruhnya ‘online real time’.

“Tentunya hal seperti itu harus disyukuri bahwa Kospin Jasa masih mencatat pertumbuhan positif dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak,” ujarnya. Dalam berbagai kesempatan Andy menegaskan, Kospin bertekad untuk membangun kantor cabang di berbagai daerah di tanah air agar bisa memberi contoh dan pembelajaran bagi masyarakat bahwa ekonomi koperasi berkembang dan memang layak hidup di negeri ini. Selain itu, untuk menunjukkan citra koperasi yang positif di mata internasional, Kospin juga merambah kerja sama luar negeri, antara lain dengan Koperasi Angkasa Malaysia. Usaha lainnya yang diharapkan menambah manfaat bagi anggota adalah mendirikan perusahaan asuransi berbasis syariah, yakni PT Jasa Mitra Abadi. Perusahaan ini sudah mendapatkan izin resmi secara operasional dari Otoritas Jasa Keuangan.

Di tengah suksesnya menuai usaha, koperasi berusia 43 tahun ini, tak abai menyisihkan keuntungan bagi lingkungannya. Selain rutin memberikan santunan yatim piatu, bea siswa pendidikan, pada kesempatan RAT tersebut Kopsin menyumbang tiga buah Ambulance masing-masing diserahkan kepada Yayasan RS Djunaid, Yayasan Masjid Aulia Krapyak Pekalongan, dan Muhammadiyah Pekalongan.

Sepanjang 2015, Kospin mencatat pertumbuhan aset sebesar Rp 5,632 triliun, berasal dari Kospin Jasa konvensional Rp 4,544 triliun dan Kospin Jasa Syariah Rp 1,088 triliun. Prospek ekonomi makro tahun 2016 kata Andy diperkirakan bakal lebih baik dibanding 2015. Namun Kospin tetap merancang program pertumbuhan yang positif dengan target aset Rp 7 triliun. Rinciannya Kospin Jasa konvensional Rp 5,7 triliun dan Kospin Jasa Syariah Rp 1,3 triliun. (Irsyad Muchtar)

 

Bagikan ke: