Kopsyah BMI Serahkan HRSH ke 295 dan 296 untuk Dhuafa Lanjut Usia

Jani (62), seorang penerima hRSH-Foto: KlikBMI.

TANGERANG—Jani (62), hidup sebatang kara di Kampung Kabalotan, Desa Cijeruk, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Perjalanan hidupnya sangat kelam.  Kemiskinan Dari pernikahan dengan almarhum suaminya di Tahun 1978,  ia mempunyai 5 anak tetapi hanya satu yang selamat.

Di tengah kondisi terbatas itu, Jani hanya fokus merawat semata wayang putrinya. Tanpa tahu, jika rumahnya mulai rusak. Air yang menggenangi rumah tiap hujan, tidak dihiraukannya. Yang terpenting, sang anak bisa makan.

Sudah lama kondisi rumahnya lapuk di makan usia. Bangunan tak pernah direnovasi dari awal pembangunan. Atap yang bocor, berdinding bilik yang semakin rapuh, membuat Jani tak bisa tidur dengan tenang.

Jani tak pernah meminta pertolongan sang putri tunggalnya, Niyah (42). Dirinya sadar, kondisi ekonomi putrinya tak jauh berbeda dengannya. Tak jarang, Jani terpaksa harus ikut menumpang tidur di rumah sang adik saat hujan lebat datang.

Di usianya yang sudah lanjut, Jani bekerja sebagai petani. Terkadang dalam sehari, ia hanya mendapatkan hasil dari ambil sisa padi sekitar 1-2 liter padi. Jumlah tersebut untuk memenuhi kebutuhan makan sehari hari.

Nasib Jani rupanya menjadi pantauan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI). Dia merupakan penerima Hibrah Rumah Siap Huni (HRSH) non anggota ke 295. Penyerahan dilakukan oleh Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara, Rabu (21/4/21) lalu.

Kini Jani akhirnya bisa tersenyum. Karena rumahnya dibangun ulang dari nol oleh BMI lewat program HRSH Kopsyah BMI untuk non anggota. Sejak dibangun pertengahan Maret silam, rumah dengan bercat hijau berukuran 4 x 3 sudah kokoh berdiri. Tepat di hari ke-9, bulan Ramadhan, Jani akhirnya bisa tidur nyenyak dengan aman.

“Saya sangat bahagia dan tak henti hentinya bersyukur kepada Allah SWT, juga kepada kepedulian dari BMI. Terima Kasih untuk segalanya,” ucap Jani dalam keterangan tertulis, Jumat (23/4/21).

Setelah meresmikan rumah Jani, Presdir Koperasi BMI Kamaruddin Batubara beranjak ke rumah pasutri lansia, Asiah (76) dan suaminya, Akbar (86). Sama halnya dengan Jani, Asiah juga pengumpul sisa panen untuk menyambung hidup.

Sehari-hari, Asiah juga mencari kayu bakar untuk masak dan rumput untuk pakan kambing peliharaanya. Sedangkan, suaminya Akbar hanya diam di rumah saja karna fakor usia dan kondisi yang sudah renta.

Kesedihan Asiah sama kelamnya dengan kondisi rumahnya. Kondisi rumah memperihatinkan karena sudah ditempati selama 50 tahun dan belum pernah dilakukan perbaikan.

Rumahnya rapuh dan sudah miring dan ketika hujan bocor d berapa tempat, terkadang membuat mereka  menginap di rumah saudaranya karena takut rumahnya akan roboh.

Ketika menerima, Ibu Asiah sangat senang, karena  pada usia yang sudah renta bisa tinggal nyaman rumah baru yang kokoh.

“Semoga Kopsyah BMI semakin sukses dan semakin banyak anggotanya,” ujar Asiah.

Ilustrasi-Foto: Kopsyah BMI.

Dengan peresmian itu, BMI telah membangun 13 rumah di Kecamatan Mekarbaru. Total pembangunan HRSH ke 294 dan 295 adalah Rp75 juta, dibantu dengan Infaq dari Camat Mekarbaru Miftah Suthiro (Rp3 juta) dan Kades Cijeruk Syamhadi (Rp2 juta).

Presdir Koperasi BMI Kamaruddin Batubara mengatakan, bahwa HRSH merupakan bentuk tanggung jawab sosial Koperasi dalam membangun ekonomi gotong royong kepada para anggotanya.

Bagikan ke: