Kopsyah BMI realisasikan Kredit Rumah Tanpa DP

Gembira bercampur haru menyatu di wajah Neneng dan Andri saat menerima kunci rumah barunya yang sejak lama mereka idamkan.  Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia memenuhi permohonan kredit rumah tanpa uang muka kepada pasangan suami istri itu.

Idul fitri tahun ini menjadi hari spesial bagi Neneng (30) dan Andri (35). Pasangan muda dengan tiga anak ini mendapat kado istimewa berupa kredit kepemilikan rumah tanpa uang muka (down payment-DP) dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).  Rumah tanpa DP seluas 42m2  di Kampung Rawa Indah, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang itu diserahterimakan oleh Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara, Selasa, (20/6/17).

Penyerahan rumah tanpa DP tersebut sekaligus realisasi perdana program Tabungan Mikro Griya Tata (MGT) Kopsyah BMI yang di-launching saat RAT Tahun Buku 2016, Januari lalu.

Tabungan MGT, kata Kamaruddin merupakan upaya untuk membantu pemerintah Kabupaten Tangerang dalam penyediaan rumah layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dalam beberapa kesempatan,  Bupati Tangerang A Zaki Iskandar mengatakan, saat ini di daerahnya terdapat sekitar 18.000 rumah tidak layak huni dan 5.000 di antaranya rusak parah.

Selain faktor ekonomi yang rendah, kesulitan sebagian besar MBR  memiliki rumah terutama disebabkan sulitnya membayar uang muka.  Untuk mendapatkan rumah dengan cicilan,  sedikitnya harus  tersedia DP sekitar 30 persen dari harga rumah.  Kondisi tersebut menggugah Kopsyah BMI untuk membantu para anggotanya yang belum punya rumah.

Salah satu upaya dilakukan adalah membangun rumah layak huni gratis yang pada tahap awal ditujukan untuk anggota Kopsyah BMI. “Khusus untuk program kepemilikan rumah tanpa DP, kami syaratkan kepada anggota yang sudah melunasi kredit sanitasi air,” tutur Kamaruddin.

Dipenuhinya permohonan Neneng dan Andri untuk mendapatkan kredit rumah tanpa DP, sambung Kamaruddin, karena mereka telah melunasi skim pembiayaan Air dan Sanitasi yang diakses sejak tiga tahun lalu. Selain itu, mereka adalah anggota pertama  yang mengakses pembiayaan sanitasi air.

Rumah yang  akan lunas dalam tempo 10 tahun itu,  diangsur sebesar Rp 237.000 per minggu dengan pola akad jual beli murabahah. Pola ini berbeda dengan pembiayaan konvensional yang angsuran sewaktu-waktu bisa berubah sesuai dengan tingkat suku bunga.

Untuk  2017 ini Kopsyah BMI menargetkan pembangunan 10 rumah tanpa DP dan hanya bisa diakses oleg anggota yang kredit sanitasi airnya sudah lunas. (Irsyad Muchtar)

Bagikan ke: