Kopsyah BMI Dorong Ekonomi Syariah di Desa Putat Nutug

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

CISEENG—Presiden Direktur Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) Kamaruddin Batubara mengajak warga Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng untuk berwirausaha dan menabung untuk meningkatkan perekonomian. Untuk itu Kopsyah BMI hadir di desa ini, sekaligus untuk menggerakan ekonomi syariah.  

Menurut pria karib yang disapa Kambara ini  Kopsyah BMI bukan koperasi simpan pinjam biasa. BMI hadir melalui 5 instrumen dan 5 pilar.

Kelima instrumen tersebut adalah pemberdayaan masyarakat yaitu sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi melalui pengembangan budaya menabung dan pemberdayaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) menuju pada kemandirian yang berkarakter dan bermartabat.

Sementara 5 pilar menyebutkan yang harus berdaya yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual yang sesuai dengan prinsip syariah.

“Inilah yang membedakan Kopsyah BMI dengan koperasi lain. Inilah Model BMI Syariah yang saat ini sedang menjadi percontohan secara nasional,” ujar Kambara di balai desa, Selasa 26 Januari 2021.

Pemaparan Kambara memukai kepala desa dan belasan RT yang hadir dalam pertemuan dengan Kopsyah BMI. Mereka menyadari Kopsyah BMI yang sudah beranggotakan 265 ribu orang ini berniat menggerakkan ekonomi syariah bersama warganya.

Lebih lanjut Kambara mengatakan Kopsyah BMI melarang adanya penyitaan barang milik anggota dalam penyelesaian permasalahan pinjaman. Jika ada anggota tidak bisa membayar, kita harus terlebih dahulu mencari faktor penyebabnya.  

”Kalau dia memang tidak bisa membayar ingat QS Al Baqarah ayat 280, bahwa orang yang berutang itu di tengah kesulitan harus diberikan kemudahan. Alhamdulillah, 17 tahun 9 bulan kami beroperasi, pola ini telah kami praktikan. Apakah BMI tambah kecil, Alhamdulillah tidak,” terangnya.

Penulis dua seri Buku Peradaban Baru Koperasi Indonesia tersebut mengatakan, Kopsyah BMI dalam tidak hanya menyalurkan pembiayaan dan menagih angsuran saja, tetapi sejak awal membudayakan gerakan menyimpan dan menabung di Koperasi.

Dikatakannya, gerakan menyimpan dan menabung di koperasi didorong agar usaha mikro anggota semakin tumbuh baik dan terbebas dari jebakan hutang yang terus menerus.

”Kehadiran Koperasi BMI dengan model BMI syariah di Putat Nutug adalah untuk mengangkat derajat ekonomi warganya, mengangkat harkat dan kehormatan warganya untuk saling bergotong royong membangun ekonomi bersama,” pungkas Kambara.

Dalam kegiatan Pertemuan Umum (PU) Kopsyah BMI dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Para tamu wajib memakai masker dan hand sanitizer. Selain Presdir Koperasi BMI dan Kades, gelaran ini juga dihadiri Anggota Pengawas Operasional Kopsyah BMI Haji Machdiar, Anggota Pengawas Syariah Kopsyah BMI Adam Hasan, Direktur Operasional Koperasi BMI Yayat Hidayatullah Manajer Operasional Kopsyah BMI M Fadillah, Manajer Area 05 Encep Toha Saputera, Manajer Kopsyah BMI Cabang Ciseeng M Saeful dan Kasi Ekbang Kecamatan Ciseeng Ade Kurniawan.

Bagikan ke: