Koperasi salurkan KUR siapa mau?

Pemerintah akan memberi kesempatan kepada koperasi untuk ikut serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pernyataan itu berulang kali disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga di media massa certak, elektronik dan online dalam berbagai kesempatan. Bahkan dua koperasi besar jenis usaha simpan pinjam yang sudah mengantongi aset dan omset triliunan rupiah dikatakan sudah bersedia dengan penunjukkan tersebut. Dengan demikian , dalam waktu dekat kedua koperasi besar tersebut segera menyalurkan KUR kepada anggotanya dengan bunga 9% setahun. Alangkah senangnya para anggota yang sebelumnya terkena bunga rata-rata dikisaran 24% setahun.

Saya sungguh kagum dengan koperasi pengelola KUR tersebut, karena selama ini yang saya tahu upaya koperasi (simpan pinjam) memperoleh modal kerjanya sungguh sangat sulit kalau tak boleh dibilang berdarah-darah. Sejumlah koperasi memang dapat menghimpun modal yang berasal dari dana simpanan anggotanya. Tapi lebih banyak lagi koperasi yang terpaksa mencaro modal kerjanya dari pihak ketiga lantaran partisipasi anggota rendah. Itu sebabnya koperasi simpan pinjam selalu mengandalkan modal pihak ketiga, yakni perbankan. Apabila dana pihak ketiga tersebut dipinjamkan kepada anggota, maka koperasi memungut bunga minimal 24% hingga 36% setahun. Sedangkan bagi anggota yang menabung di koperasi mendapat bunga 10-12% setahun, Bahkan tidak sedikit koperasi besar berani memberikan jasa bunga simpanan 15% hingga 17% setahun. Pengenaan bunga tersebut umumnya berlaku untuk seluruh produk simpanan yang dijual koperasi kepada anggotanya.

Dengan demikian koperasi penyalur KUR tersebut sungguh luar biasa jiwa sosialnya, karena seluruh produk pinjaman yang selama ini dijual kepada anggota dengan bunga tinggi bisa bersanding dengan program KUR yang hanya 9%. Iming-iming menarik dari pemerintah bagi koperasi penyalur KUR akan diberi bunga subsidi 10%. Saya berharap, seluruh koperasi simpan pinjam dapat ikut serta menyalurkan KUR kepada anggotanya sehingga tidak ada lagi sinisme bahwa bunga pinjaman di koperasi itu tinggi. Namun hingga akhir Maret 2016 ini saya belum lagi mendengar ada koperasi lainnya yang akan ikut menyalurkan KUR. Semoga semua ini tak sekadar program populis pemerintah yang selalu menggandeng koperasi. Dan ujung-ujungnya hanya hangat-hangat tahi ayam.

 

Husaini Zainuddin

Slipi- Jakarta Pusat

Bagikan ke: