Koperasi Harus Masuk Jalur Ekspor 2015, Simpan Pinjam akan makin seksi

Menjalankan roda usaha dari dan untuk anggota adalah ciri utama yang tetap dipertahankan oleh Primer Koperasi Karyawan Krakatau Steel (Primkokas) Cilegon.  Prinsip tersebut agaknya pas bagi Primkokas yang didirikan memang untuk menunjang kesejahteraan  sekitar  7000 anggotanya yang notabene karyawan industri baja terbesar di Tanah Air itu.
Karenanya, kata Ketua Primkokas Agus A Musabiq, usaha simpan pinjam akan tetap menjadi  unggulan di tahun 2015.   Tetapi bagi koperasi multi-purpose  seperti Primkokas,  sektor usaha lainnya juga wajib ditingkatkan, seperti sektor ritel yang selama ini menjadi icon, yaitu Krakatau Junction, mal milik koperasi pertama di Tanah Air.
Selain menjaga pondasi usaha untuk anggota,  Primkokas  juga akan menggalakkan usaha bisnis yang lain di luar anggota. “Dengan berlakunya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) maka keterbukaan lintas usaha diseluruh Asean terbuka lebar sehingga peluang terkait dengan upaya tersebut menjadi sangat menarik di tahun 2015,” tuturnya.
Menurut Sarjana Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung kelahiran Kediri 8 Agustus 1965 ini, koperasi harus dapat  meorientasikan usahanya dengan MEA yang diyakini bakal menimbulkan persaingan pasar yang sangat ketat.  Koperasi, kata dia, bisa berperan terkait dengan ketenagakerjaan ke Asean. Kenapa hal tersebut menarik?  Karena ikatan emosional anggota cukup kuat dengan rasa kepemilikan terhadap koperasi.

agus musabiq
“Untuk koperasi karyawan, peluang MEA  menjadi ajang ekspor tenaga ke Asean karena tenaga pensiun karyawan biasanya mempunyai keahlian khusus yang dimiliki selama bekerja aktif. Ini tentunya juga berlaku bagi  koperasi profesi atau umum,” cetus Agus yang juga Komisaris PT Krakatau Prima Dharma Sentana, perusahaan yang bergerak di bidang Aluminium.
Dia menilai, peluang ekspor komoditas spesifik adalah hal yang perlu dijajaki di tahun 2015. Hal ini dimaksudkan untuk mengimbangi banjirnya produk-produk China yang murah ke dalam negeri. “Pertanyaannya apakah koperasi berpeluang sebagai importir pengguna atau sebaliknya,  koperasi menyiapkan ekpor komoditas spesifik seperti emping, krupuk ikan, batik dan komoditas spesifik lainnya.  Bila perlu pemerintah melalui Departemen Perdagangan memberikan jalur khusus bagi koperasi untuk ekspor,” pungkas Agus.  Dengan demikian peran Kementerian Koperasi dan UKM  harus langsung membina dan  memonitor terkait koperasi yang sudah tampak unit usahanya.  Bila perlu menugaskan staff khusus terkait pembinaan dan memberikan peluang usaha bagi koperasi tersebut.

Primkokas 2015
Bagaimana dengan prospek usaha Primkokas 2015? Menurut Agus, selain memperkuat unit usaha yang sudah ada, seperti  simpan pinjam, store (4 cabang), Bakery & Coffee “V’Nice”  (3 Cabang), Resto “ECCO”, Stationary “EXBIZ”, Transportation, Trading, Internet (Cyber-K) yang telah menjangkau Banten dan sekitarnya, Primkokas juga merambah sektor properti dengan  membangun perumahan untuk karyawan baru dengan harga terjangkau. Sedangkan peningkatan anggota akan dilakukan dengan cara gerilya untuk mengajak karyawan afiliasi PT Krakatau Steel Group menjadi anggota Luar Biasa, karena munculnya Perusahaan-perusahaan baru yang dibentuk joint venture PT Krakatau Steel & group.
Bisnis dengan non-anggota dilakukan dengan mengajak perusahan di Cilegon-Anyer-Serang-Merak untuk  bergabung menjadi Mitra Transaksi bagi karyawannya.  Untuk Masyarakat umum diberikan Member Krakatau Junction  agar mudah bertransaksi dengan produk-produk Primkokas.primkopas

Bagikan ke: