Koperasi ‘gaek’ Tetap Unjuk Taji

Dalam usia melewati setengah abad Kopkarhutan masih tetap eksis. Anggotanya  tercatat 5.279 orang tersebar di 25 unit kerja di lingkungan  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Asetnya Rp 63,7 miliar dengan simpanan anggota Rp 49.6 miliar.

Koperasi GAEK

Bermanfaat bagi anggota dan memberi solusi  keuangan di masa sulit, dua kiat itu agaknya yang membuat Koperasi Karyawan Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (Kopkarhutan) tak sepi dengan berbagai terobosan usaha. Selain  unit simpan pinjam yang merupakan usaha unggulan, pertokoan dan aneka usaha, kopkar berusia 53 tahun ini melakukan terobasan usaha seperti pengadaan  rumah anggota, wisata rohani dan umroh, serta bekerjasama dengan pengusaha  kebun, hutan dan air untuk mendapatkan dividen,

Dalam Rapat Anggota Tahunan Kopkarhutan, Februari lalu, dilaporkan dari sebanyak 56 kegiatan yang direncanakan pada tahun 2016 hampir seluruhnya dapat dilaksanakan dengan baik. Kegiatan tersebut meliputi  penataan kelembagaan, pendidikan anggota, usaha, dan keuangan.

“Ada 4 kegiatan yang berhasil melebihi target yaitu menapai 104-195%;   43   sudah terlaksana (76,8%); 8  kegiatan sudah terealisir (70-98%) dan hanya satu kegiatan yang belum terlaksana, yaitu pemberian bea siswa kepada karyawan untuk mengikuti pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Ketua Kopkarhutan Awriya Ibrahim.

Sebagai koperasi fungsional yang bergerak di lingkungan instansi pemerintahan, maka sektor simpan pinjam memang jadi andalan. Tertutama bagi anggota yang notabene pegawai dengan penghasilan yang pas-pasan.  Keberadaan koperasi ini bermanfaat bagi anggotanya terlihat dari tingginya partisipasi menabung. Dalam tiga tahun (2014-2016)  terdapat kenaikan minat menabung yang  rata-rata naik 20-24%.  Partisipasi terlihat pada simpanan wajib yang per 2016 mencapai Rp 32,574 miliar dan disusul simpanan sukarela Rp 10,169 miliar. Total simpanan anggota sebesar Rp 49,559 miliar. Sedangkan piutang anggota sepanjang  2016 tercatat sebesar Rp 41,787 miliar, dengan piutang terbesar adalah Pinjaman Jangka Panjang (PJP) sebesar Rp 32,616 miliar; Pinjaman Jangka Menengah (PJM) Rp8,623 miliar dan Pinjaman Kredit Barang (PKB)  Rp 547,281 juta.

Menurut Awriya, pinjaman anggota umumnya untuk renovasi rumah, pendidikan, keluarga dan pembelian barang elektronik dan lainnya. Jumlah debitur pengguna PJP, PJM dan PKB sebanyak  1.692 orang. Rinciannya, 663 orang PJP,  935 orang PJM dan PKB 93 orang.  Sepanjang 2016 Kopkarhutan berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp 14,262 miliar dengan Sisa Hasil Usaha Rp 688,596 juta. (Yuni)

Bagikan ke: