Komoditas Kacang Tanah Sragen Berpotensi untuk Pasar Ekspor

Ilustrasi-Foto:Istimewa.

SRAGEN—Kabupaten Sragen, Jawa Tengah memiliki luas panen kacang tanah seluas 3.232 hektare yang tersebar di 12 kecamatan. Produktivitasnya mencapai 4,5 ton per hektare dengan total produksi kacang tanah dalam setahun mencapai 14.544 ton.

Bupati Sragen Kusnidar Untung Yuni Sukowati menyampaikan kacang tanah menjadi komoditas terbesar keempat di Sragen setelah padi, jagung dan tebu.

Pada 2021, produksi padi di Sragen menempati urutan ketiga se-Jawa Tengah dengan jumlah produksi gabah kering giling mencapai 736 ton.

Selain itu Sragen memiliki komoditas lain yang berkembang komoditas perkebunan seperti anggur, melon dan klengkeng yang dimotori petani milenial.

“Kami sedang mendorong pengembangan komoditas kawasan kacang tanah dengan target penambahan luas panen sebanyak 1.000 hektare pada 2022,” ujar Kusnidar, pada acara panen kacang tanah di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung Senin (10/1/22).

Pemkab Sragen mencatat pada 2021 luas panen kacang tanah sebesar 3.232 hektare dan pengembangan pada 2022 menjadi 4.390 hektare.

“Penambahan lahan menjadi pekerjaan rumah kami. Tambahannya tidak hanya 1.000 hektare barangkali bisa sampai maksimal 10 ribu. Saya perlu waktu untuk bisa merumuskan itu semua,” ucapnya.

Hadir dalam kegiatan panen sekaligus hilirasi itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dia menyebut  kacang tanah sebagai produk lokal dianggap memiliki nilai ekonomi strategis untuk menembus pasar ekspor.

“Sragen merupakan salah satu daerah andalan di Indonesia untuk akselerasi pertanian dan menjadi kawasan percontohan budi daya kacang tanah hingga hilirisasinya,” ujar dia.

Kementan bersama pemerintah daerah bakal berupaya meningkatkan produksi kacang tanah serta memastikan jaminan harganya. Salah satunya caranya  bekerja sama dengan penyalur untuk mempertemukan pasar dengan petani sehingga sama-sama mendapat keuntungan.

Syahrul menyatakan, budi daya kacang tanah perlu dikembangkan melalui konsep integrasi pertanian. Tidak hanya memproduksi kacang tanah, tetapi juga mendorong peningkatan produksi komoditas lainnya. Sehingga, dapat meningkatkan pendapatan petani dengan memanfaatkan potensi pertanian yang ada secara optimal.

“Kita akan terapkan teknologi, petani tidak hanya menanam kacang tapi juga bisa disisipkan tanaman kedelai dan jagung dan lainnya. Akan panen bergantian dalam satu hamparan sehingga stagnasi aktivitas perekonomian masyarakat bisa kita perkecil,” pungkasnya,

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *