Komitmen pada Kualitas SDM, Menjawab Target Satu Juta Anggota

Sentuhan tangan dingin Stephanie Trijastuti selaku Branch Manager KSP Sejahtera Bersama Cabang Sukabumi menjadikan cabang yang dipimpinnya tetap berkinerja positif meski di tengah tekanan ekonomi.

Perlambatan ekonomi yang kini terjadi bukan berarti kiamat. Kondisi itu justru merupakan peluang bagi koperasi, termasuk KSP Sejahtera Bersama untuk terus tumbuh dan maju. Asalkan, koperasi dapat menjadi lembaga ekonomi yang dapat dipercaya. Hal itu ditegaskan oleh Iwan Setiawan, Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama dalam sambutannya pada General Meeting KSP Sejahtera Bersama Regional Bogor di Hotel Salabintana, Sukabumi, Jawa Barat.

Untuk menjadi lembaga terpercaya, kata Iwan, ada sejumlah langkah yang perlu ditempuh oleh koperasi beraset Rp 1,6 triliun ini. Pertama, mengembalikan hasil dana investasi sebesar 80 persen di wilayahnya sendiri. Jika kantor cabang belum bisa mengelolanya, maka ditarik ke tingkat regional. “Ini penting agar masyarakat yang menjadi anggota tidak bertanyatanya kemana larinya dana investasi mereka,” ucapnya.

Selain memperbesar porsi pengembalian hasil investasi di wilayah sendiri, KSP Sejahtera Bersama juga harus mampu meningkatkan jumlah anggota dan simpanan. Koperasi sebagai kumpulan orang memang mengandalkan kekuatan dari anggotanya. Inilah yang membedakan koperasi dengan bentuk usaha lainnya. Untuk itu, pengurus perlu meningkatkan daya
kreatifnya dalam menambah jumlah anggota dan simpanan.

Tambah anggota

KSP Sejahtera Bersama sebagai salah satu koperasi besar di Tanah Air juga perlu meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Tidak
dapat dipungkiri, dengan makin luasnya jaringan pelayanan, biaya operasional ikut membengkak. Oleh karena itu, efisiensi menjadi kata kunci agar daya saing koperasi tetap terjaga.

General Meeting KSP Sejahtera Bersama merupakan program rutin yang digelar setiap enam bulan oleh masing-masing cabang. Selain ajang silaturahmi dan pemaparan program, acara tersebut menjadi pembuktian kualitas kinerja setiap cabang. Khusus  KSP Sejahtera Bersama cabang Sukabumi, ajang prestasi tersebut diikuti oleh tujuh kantor cabang lainnya, yaitu Cabang Bogor Pajajaran, Parung Bogor, Sindang Raya Bogor, Cibinong, Depok, Cianjur dan Sukabumi. “General Meeting menjadi medium yang efektif untuk memacu kinerja kantor cabang dan pemberian apresiasi terhadap mitra pemasaran yang
berprestasi ,”  kata  Stephanie Trijastuti, Branch Manager KSP Sejahtera Bersama Cabang Martadinata Sukabumi.

Sesuai dengan program besar KSP Sejahtera Bersama yang bertekad mengejar pencapaian anggota satu juta orang, menurut Stephanie, pihaknya siap mendongkrak jumlah anggota koperasi. Sejalan dengan itu, peningkatan kualitas SDM pun terus dilakukan. Sehingga, KSP Sejahtera Bersama Cabang Martadinata Sukabumi dapat berkontribusi dalam pengembangan koperasi secara keseluruhan.

Keseriusan panitia yang diketuai Stephanie dalam mensukseskan misi mengejar Satu Juta Anggota terlihat dari dihadirkannya motivator sekaligus financial plannner terkenal yaitu Safir Senduk. Diharapkan setelah mendengar motivasi dari pembicara, soft skill dan motivasi para peserta dapat meningkat. “Sengaja kita hadirkan pembicara terkenal agar semangat dan motivasi para mitra ikut terangkat,” ucap Stephanie.

Seperti diketahui, SDM berperan penting dalam mencapai tujuan organisasi. Dengan SDM berkualitas dan berintegritas, cita-cita bersama dapat lebih mudah dicapai. Oleh karena itu, komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM seperti tercantum dalam tema General Meeting KSP Sejahtera Bersama cukup relevan. Dan Stephanie, menerjemahkan tema itu dengan aksi konkret menghadirkan motivator level nasional. Stephanie bahkan berhasil meyakinkan motivator Safir Senduk dan Kepala
Diskoperindag Kota Sukabumi Ayep Supriatna mendaftar jadi anggota KSP Sejahtera Bersama.

Sementara itu, Walikota Sukabumi yang diwakili Kepala Diskoperindag Kota Sukabumi menyambut baik kehadrian KSP Sejahtera Bersama di wilayahnya. Sebab, dapat memberikan efek positif bagi perekonomian daerah. Koperasi kinerja ekspose
ini juga diharapkan dapat menjalin kemitraan dengan UKM yang ada di Sukabumi.

Data Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Diskoperindagsar) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, jumlah UKM  saat ini mencapai 27 ribu unit. Namun, dari jumlah tersebut yang baru terbina dengan baik baru sebanyak 6.601 unit
UKM.  Bidang UKM yang paling banyak didominasi oleh sektor makanan dan minuman. Ke depan, Stephanie dan timnya
akan semakin giat mengenalkan koperasi ke masyarakat Sukabumi. Ini sesuai dengan amanat untuk mengejar jumlah anggota yang lebih banyak. “Kami akan terus melipatgandakan jumlah anggota penyimpan dan peminjam,” pungkasnya.

Bagikan ke: