Koleksi Minor Rekor Internasional

Apa yang bisa dibanggakan dari sebuah kota metropolitan bernama Jakarta? Sudahlah kota termacet sejagat, Jakarta pun kota paling tidak aman lantaran berbagai masalah internalnya.

            banjir di pusat kota

Termacet Sejagat

Sebuah studi perusahaan oli Castrol mencatat, Jakarta merupakan kota termacet di dunia. Ukurannya frekuensi pengemudi berhenti dan berjalan, atau seberapa sering mereka menginjak rem dan gas selama perjalanan. Studi tersebut merilis, rata-rata pengemudi di Jakarta melakukannya 33.240 kali dalam setahun.

Indeks tersebut juga mengacu pada informasi yang didapat dari alat navigasi TomTom di 178 negara. Indeks menggunakan algoritma untuk menentukan berapa kali mobil direm dan digas per kilometer, kemudian dikalikan dengan rata-rata jarak perjalanan pengemudi per tahun. Selain Jakarta, juga ada Surabaya yang nangkring di posisi keempat.

Survei ini mengukur kondisi lalu lintas di 78 kota di Asia, Australia, Eropa, dan Selatan Amerika; tapi tidak memasukkan India dan Vietnam. Survei dikumpulkan dari jutaan pengguna alat navigasi TomTom di dunia. Dihitung jumlah rata-rata kendaraan berhenti per kilometernya. Hasil itu lalu dikalikan dengan rata-rata jarak tempuh pengemudi per tahun.

Berikut 10 kota paling macet menurut studi Castrol: (1) Jakarta – 33.240 kali mengerem dalam setahun; (2) Istanbul, Turki – 32.520 kali; (3) Meksiko City, Meksiko – 30.840 kali; (4) Surabaya – 29.880 kali; (5) St. Petersburg, Rusia – 29.040 kali; (6) Moskow, Rusia – 28.680 kali; (7) Roma, Italia – 28.680 kali; (8) Bangkok, Thailand – 27.480 kali; (9) Guadalajara, Meksiko – 24.840 kali; (10) Buenos Aires, Argentina – 23.760 kali.

Perkara macet parah memang jadi masalah serius di banyak kota di dunia. Setidaknya itu bisa dilihat dari survei terbaru tentang tingkat kemacetan kota-kota di dunia. Malangnya, Jakarta akhir-akhir ini tengah beranjak dari kondisi “padat merayap” ke status “macet total”.

Pada 2014, sebanyak 17,5 juta kendaraan bermotor berseliweran di jalanan. pertumbuhan jalan Jakarta hanya mencapai 0,01% per tahun. Masalah macet Ibu Kota sudah menjadi menu sehari-hari. Contoh nyatanya adalah goresan pada bodi mobil, benturan merusak dari pengendara lain, dan lainnya.

Paling Tidak Aman Sedunia

Kota-kota berikut ini memiliki tingkat keamanan yang rendah dan cenderung membahayakan, meskipun cukup menarik sebagai tujuan wisata ataupun dijadikan sebagai kota untuk menetap. Dalam hal ini, Jakarta pun tercatat memegang rekor. Disusun dari belakang, susunan ke-10 kota menjadi sebagai berikut:

Posisi ke-10. Caracas, Venezuela: geng narkoba perampokan dan pencurian jalanan; (9) Ciudad Juarez, Mexico: pengedaran narkoba besar, ketahanan hukum yang rendah; (8) Cape Town, Afrika Selatan tingkat kemiskinan, kerusuhan sosial tingkat kejahatan; (7) Rio de Janeiro, Brazil: kejahatan jalanan masih marak terjadi apalagi saat malam hari.

Di posisi (6) Guatemala City, Guatemala: kekerasan dan narkoba, tingkat pembunuhan yang tinggi dan kejahatan lainnya; (5) Baghdad, Irak: pengeboman, tembakan dan peristiwa kekerasan lainnya, tindakan terorisme tak terduga.

(4) Ho Chi Minh City, Vietnam: perampokan berenjata/tanpa senjata, penculikan, dan pembunuhan; (3) San Pedro Sula, Honduras: 3 kali kasus pembunuhan per hari, perdagangan narkoba dan jual beli senjata secara ilegal;

Dua urutan paling tidak aman adalah (2) Tehran, Iran: lalu lintas benar-benar kacau, zebra cross tidak membantu, tingkat polusi sangat tinggi, banyak polisi palsu; (1) Jakarta: Jaminan kesehatan, keamanan insfrastruktur, dan keamanan digital masih sangat buruk tindakan kriminal dalam kasus kekerasan, perampokan, lalu lintas dan sistem transportasi buruk

 

Ke-4 Kategori Tak Disukai Wisman

Jumlah pelancong asing cenderung membaik, tapi Jakarta berada di posisi keempat tak disukai wisman. Urutannya: (1) Belize, Belize (Karibia): kriminal, drugs, calo; (2) Kairo, Mesir: asap rokok dan demonstrasi; (3) New Delhi, India: penipuan turis di mana-mana; (4) Jakarta: penuh tuntutan, kejutan dan kesulitan, macet, miskin, wisata berpusat di mal; (5) Sydney & Melbourne, Australia: kedua kota yang sama-sama multikultural ini saling membenci, biaya akomodasi tinggi;

Urutan selanjutnya (6) adalah Lima, Peru: sangat membosankan, tanpa hiburan spesial; (7) Paris, Prancis: terlalu banyak wisatawan, untuk masuk Menara Eiffel saja antre 4 jam; (8) Los Angeles, AS, sering gempa, kabut asap, kerusuhan dan macet; (9) Trijuana, Meksiko: kriminalitas dan drugs; (10) Timbuktu, Mali: sangat jauh di lokasi antah berantah. Sepertiga masyarakat Inggris percaya Timbuktu tidak benar-benar ada.

 

Ke-142 untuk Kenyamanan Tinggal

Lembaga survei Mercer merilis peringkat Kota Paling Layak Huni di dunia tahun lalu. Hasilnya, Kota Wina, Austria, dinobatkan sebagai kota paling nyaman ditinggali manusia. Ibu Kota Austria ini meraih skor tertinggi dibanding 230 kota lainnya yang disurvei. Indikator versi Mercer adalah stabilitas politik, biaya hidup, cuaca, tingkat kejahatan, nilai tukar valuta asing, perumahan, layanan kesehatan, fasilitas pendidikan, serta wahana rekreasi.

Berikut 10 kota paling layak huni sedunia untuk 2016 versi Mercer:

(1) Wina (Austria); (2) Zurich (Swiss); (3) Auckland (Selandia Baru); (4) Munich (Jerman); (5) Vancouver (Kanada); (6) Dusseldorf (Jerman); (7) Frankfurt (Jerman); (8) Jenewa (Swiss); (9) Kopenhagen (Denmark); (11) Amsterdam (Belanda).

Menurut Global Liveabillity Rangking, ada 11 kota yang paling layak huni di dunia. Hal ini juga berdasarkan pada 30 faktor lainnya menyangkut infrastruktur, stabilitas, perawatan kesehatan, pendidikan dan lingkungan di 140 kota di dunia.  Berikut 10 Kota Layak Huni Dunia 2015: (1) Melbourne, Australia; (2) Viena, Austria; (3) Vancouver, Kanada; (4) Toronto, Kanada; (5) Calgary, Kanada; (6) Adelaide, Australia; (7) Sydney, Australia; (8) Perth, Australia; (9) Auckland, Selandia Baru; (10) Helsinki, Finlandia ….. (143) Indonesia (dari 193 negara)

 

Kota/Negara dengan Kejahatan Tertinggi

 

Situs database Numbeo mengeluarkan indeks kejahatan dunia 2016 (Crime Index 2016). Kota San Pedro Sula Honduras dan Venezuela tercatat sebagai kota dan negara dengan angka kejahatan tertinggi di dunia. Jakarta menempati urutan ke-118 kota dengan kejahatan tinggi dan Indonesia di posisi 51 sebagai negara dengan tingkat kejahatan besar.
Adapun indeks kejahatan dunia berdasarkan kota: (1) San Pedro, Sula Honduras; (2) Pietermaritzburg, Afsel; (3) Fortaleza, Brazil; (4) Johannesburg, Afsel; (5) Pretoria, Afsel; (6) Durban, Afsel; (7) Rio De Janeiro, Brazil; (8) San Salvador, El Salvador; (9) Detroit, Amerika Serikat; (10) Porto Alegre, Brazil …..  (118) Jakarta, Indonesia. Posisi ini bolehlah agak sedikit membanggakan.● (dd)

Bagikan ke: