Kolaborasi Kopdit Pintu Air dan Undana

Kehadiran Kopdit Pintu Air dalam penyelenggaraan Konferensi Internasional Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HIKSI) ke-31 di Universitas Nusa Cendana, Kupang diyakini dapat memberikan inspirasi dan dampak positif terhadap perguruan tinggi maupun perekonomian daerah.

Prestasi dan kontribusi KSP Kopdit Pintu Air dalam  pengembangan ekonomi maupun pemberdayaan anggota mengundang decak kagum dari semua pihak, termasuk kalangan perguruan tinggi. Oleh karenanya, Kopdit terbesar di Indonesia dari sisi anggota itu diajak untuk berkolaborasi oleh Universitas Nusa Cendana  dalam  Konferensi Internasional Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) ke-31 di Undana, Kupang, Nusa Tenggara Timur pada  Oktober 2022.

Guru Besar Universitas Nusa Cendana (Undana) Prof. Dr. Drs. Frans Bustan, M.Lib menyampaikan permintaan tersebut  ketika berdiskusi dengan Pengurus Komite dan Manajemen KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kupang yaitu Kepala Humas Kantor Pusat  Vinsensius Deo, Wakil Ketua Komite Aloysius Kamil, Manager Area Timor Bagian Barat Margaretha Dua Mite dan staf Supervisor Kupang Haplin.di ruang kerjanya, kampus Undana, akhir Juli lalu.

“Kita ingin berkolaborasi dengan Kopdit Pintu Air, kita minta mereka membagi pengalaman soal strategi menggunakan media “bahasa” dalam konteks pemasaran dan tentunya belajar merajut kebersamaan sehingga nadi kehidupan tetap berjalan dalam kebersamaan sebagai jiwa dari setiap insan koperasi,” kata Frans Bustan.

Untuk diketahui, Konferensi Internasional HISKI merupakan forum akademik akbar yang mempertemukan ratusan sastrawan, para cendikiawan serta pakar linguistik dunia dan Indonesia. Forum ini membahas sejumlah isu terkait linguisitk. Rencananya, Konferensi HISKI itu akan dipadukan dengan Expo UMKM dan Industri Kerajinan Indonesia.

Kehadiran Kopdit Pintu Air, kata Frans Bustan, sangat strategis dalam konteks bahasa yang menjadi alat komunikasi usaha dan kemanfaatannya untuk lembaga pendidikan Undana. Sebagai guru besar Undana dalam bidang Language and Culture, ia menginginkan bentuk kemitraan permanen dengan Kopdit Pintu Air yang merupakan stakeholders penting dan linear dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

“Ada temu bahasa dan budaya juga sejumlah agenda besar terkait urusan bahasa dan manfaatnya tidak saja untuk kajian ilmiah edukatif tapi juga kontribusinya bagi kehidupan sosial ekonomi rakyat,” ujarnya.

Setidaknya, kata Frans Bustan, terdapat dua alasan Undana mengajak kolaborasi Kopdit Pintu Air dalam forum tersebut. Pertama,  Pintu Air adalah koperasi peringkat satu nasional yang memiliki strategi marketing (berbahasa) yang super sehingga lembaga ini kian dicintai masyarakat. Kedua, pelebaran sayap usaha dan pelayanan oleh Kopdit Pintu Air menunjukkan perannya sebagai sentra untuk melayani masyarakat. 

Menanggap permintaan Undana tersebut,  Vinsensius Deo, mengatakan Pintu Air siap bekerja sama dengan Undana dalam konteks pelayanan, pemberdayaan ekonomi, magang industi dan apapun yang selaras dan saling menguntungkan.

“Ini ide baik dari Profesor Frans dan kita siap diskusikan dengan Ketua Pengurus Pusat dan Manajemen Kantor Pusat untuk tentukan langkah teknis, tentu setelah kita rapatkan bersama terkait ajakan produktif ini,” ujar Vinsen Deo.

Undangan kolaborasi dari Undana tersebut merupakan sebuah kehormatan dan terobosan cerdas untuk memperluas jejaring kerja sama dan kemitraaan Kopdit Pintu Air bersama perguruan tinggi dan elemen masyarat lainnya.  

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.