KOAPGI Jawab Kebutuhan Rumah Tinggal

Mengukir prestasi dengan karya nyata, ditunjukkan Koperasi Awak Garuda Indonesia yang baru saja menyelesaikan pembangunan Airline Guest House dengan investasi Rp 36 miliar. Terobosan sekaligus kemitraan strategis dengan perusahaan induk.

KOAPGI

Serasa berada di kabin pesawat, begitulah kesan saat mengunjungi finalisasi pembangunan Airline Guest House (AGH) milik Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia (KOAPGI) di bilangan Duri Kosambi Jakarta Barat. Saat duduk di ruang tunggu guest house itu, kita seolah sedang berada dalam sebuah penerbangan di udara. Tidak hanya nuansa airline itu saja yang menarik, guest house ini juga memanjakan para tamunya dengan fasilitas food court dan ruang olah raga (fitness) yang nyaman.

Guest house berlantai empat dengan 60 kamar tersebut memang disiapkan untuk para karyawan, calon pramugari dan pilot yang tengah mengikuti pelatihan di Garuda Indonesia Training Center (GITC). Menurut Ketua Koapgi, Rimond B Sukardi, pembangunan AGH bernuansa kabin pesawat itu tidak sekadar desain kreatif, tetapi juga sebagai pengenalan kepada para calon pramugari yang akan bekerja di industri penerbangan. “Sebagian besar para calon pramugari yang mengikuti  pelatihan di GITC umumnya belum pernah terbang, nah guest house ini bisa jadi sarana pengenalan tentang aviasi,” ujarnya.

Bagi Koapgi,  pembangunan AGH  merupakan peluang bisnis yang sangat prospektif karena permintaan rumah tinggal bagi siswa GITC makin meningkat. Untuk mengatasi kebutuhan tersebut Garuda membangun Dormitory Garuda Assana Doom dengan 100 kamar. Namun fasilitas tersebut belum mencukupi sehingga para siswa terpaksa mencari rumah tinggal milik penduduk di sekitar GITC.

Dengan hadirnya AGH, kata Rimond, para siswa yang tinggal di rumah-rumah penduduk bisa dialihkan ke tempat yang layak. Tetapi, kapasitasnya belum sepenuhnya dapat menampung siswa GITC. “AGH hanya punya 60 kamar, atau menampung sekitar 120 siswa,  masih ada ratusan siswa lainnya yang belum tertampung dan menyewa rumah-rumah penduduk,” tutur Rimond. Tingginya permintaan akan rumah tinggal bagi di sekitar GITC dapat diukur dari kehadiran AGH, yang ketika masih dalam tahap pembangunan sudah full book alias dikontrak untuk jangka waktu lama oleh para siswa calon pramugari Garuda. AGH pungkas Rimond tak sekadar bisnis yang gurih tapi juga ujud sumbangsih kepada perusahaan induk, yaitu Garuda, dalam menyediakan rumah tinggal bagi siswa dan calon pramugari.   (Irsyad Muchtar)

 

Bagikan ke:

One thought on “KOAPGI Jawab Kebutuhan Rumah Tinggal

  1. Heya i’m for the first time here. I came across this board and I find It truly useful & it helped me out a lot. I hope to give something back and help others like you helped me.

Comments are closed.