Kinerja Empat Sektor Penopang Pertumbuhan Ekonomi Masih Lambat

Wakil Direktur INDEF, Eko Lisiyanto saar memaparkan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2022 secara virtual, Minggu (7/8/2022). foto: Peluang

Institut for Develompent of Economics and Finance (INDEF) mencatat empat sektor dominan yang berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II 2022 masih melambat, hanya tumbuh di level 4 persen year on year (yoy).

Wakil Direktur INDEF, Eko Listiyanto mengatakan, empat sektor ekonomi yang memiliki kontribusi double digit bagi pertumbuhan ekonomi yaitu sektor industri, pertambangan, pertanian, dan perdagangan tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi triwulan II 2022 yang berada di angka 5,44 persen (yoy). Padahal secara distribusi pertumbuhan keempat sektor tersebut mendominasi PDB hingga sebesar 56,59 persen.

“Kinerja empat sektor dominan terhadap PDB masih lamban yakni 4 persen yoy atau dibawah pertumbuhan ekonomi triwulan II 2022 yang tercatat sebesar 5,44 persen yoy,” kata Eko pada acara bertajuk ‘Evaluasi Kinerja Ekonomi Triwulan II 2022’, secara virtual, Minggu (7/8/2022).

Dengan masih lambannya pertumbuhan sektor-sektor yang mendominasi PDB ini,
menggambarkan masih adanya belenggu persoalan yang menjadi batu sandungan bagi pemulihan di masing-masing sektor.

Maka itu, menurut Eko diperlukan strategi untuk mendorong empat sektor dominan penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia agar mampu tumbuh lebih tinggi. Bahkan kembali ke jalur pertumbuhan rata-rata di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita harus dorong empat sektor dominan itu, dibangkitkan lebih tinggi lagi. Jika tidak dipacu dikhawatirkan perekonomian akan kembali lesu,” tukas Eko.

Upaya yang harus dilakukan untuk mendorong keempat sektor tersebut menurutnya, sebagai strategi guna memperkuat daya tahan ekonomi dari ancaman resesi perekonomian global.

Lebih lanjut ia menjelaskan terdapat pergeseran struktur ekonomi pasca pandemi yang terlihat dari kontribusi subsektor industri pengolahan semakin menurun. Sementara itu, kontribusi sektor pertambangan meningkat melebihi sektor perdagangan.

Jika dibandingkan sebelum pandemi, sektor
pertambangan di triwulan II-2022 memiliki capaian kontribusi terhadap ekonomi yang tinggi sebesar 13,1 persen. Angka ini telah melampaui sektor perdagangan sebesar 12,7 persen.

Kecepatan pertumbuhan sektor pertambangan yang tinggi mendorong semakin cepatnya sektor ini berkontribusi besar terhadap perekonomian.

Selain itu, sektor industri dan subsektor industri makanan minuman (mamin) masih belum pulih secara optimal. Tercatat subsektor industri mamin tumbuh 3,68 persen di triwulan II-2022.

Kinerja ini menurut Eko, masih rendah dibandingkan sebelum pandemi tepatnya tahun 2018-2019 di periode yang sama, yaitu sebesar 8,3 persen.

“Ini saatnya sektor industri dan pertanian untuk lebih ngegas lagi, bangkit lagi agar realisasi pertumbuhan kedepannya lebih bagus,” pungkas Eko.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.