Kiat Melawan Produk Cina

SEJAK PERDAGANGAN bebas dengan ASEAN dan Cina Januari 2010 mulai berdampak pada pasar dalamnegeri. Faktor penyebab produk Cina banyak diminati masyarakat Indonesia adalah harga yang murah akibat produksi massal yang diterapkan Cina. Faktor lain,dengan pemerintah menerapkan bea masuk Nol Rupiah, harga produk Cina semakin menguasai pasar lokal.Pasar produk elektronik mereka kuasai (televisi, komputer,AC,dan peralatan iptek lainnya). Produk Cina berupa telepon genggam terjual laris. Cina melebarkan bisnis ekpor impor ke sektor kerajinan tangan, bahan makanan, dan kosmetik dengan harga yang lebih murah dari harga asli. Produk tekstil mereka mendominasi pasar Indonesia. Berbagai jenis pakaian, sandal, sepatu, tas, jam tangan, dan aksesoris, juga membanjiri pasar lokal. Produk dalam negeri seolah tenggelam.

 

Budaya masyarakat Indonesia yang konsumtif menjadikan Indonesia target pasar yang sangat menguntungkan bagi Cina. Beberapa jenis produk mereka memiliki reputasi kurang baik dari para konsumen. Tidak seperti HP dan iPhone, sepeda motor keluaran Cina justru redup di pasaran. Kualitas produk buatan Cina memang selalu dipertanyakan, terlebih untuk jenis motor dan produk kelistrikan. Imbas perdagangan bebas sudah terasa. Pasar sudah dibanjiri oleh produk impor dari berbagai negara. Geliat ekspor impor melibatkan banyak negara. Barang impor Dari Cina dan Taiwanmudah ditemukan di pasar.Sebaliknyabarang ekspor Indonesia dapat ditemukan di Cina danTaiwan. Mengantisipasi membanjirnya produk-produk Cina perlu sosialisasi. Bahwa masuknya produk Cina itu selain ancaman juga kesempatan untuk meningkatkan daya saing produk kita. Pengusaha Indonesia dituntut terus meningkatkan daya saingnya. Bukan menggerutu karena banyaknya barang Cina yang masuk. Masih banyak produk-produk lokal yang tidak kalah bersaing dengan produk Cina. Selain itu, barang-barang lokal juga sudah memiliki pangsa dan segmen pasar yang jelas sehingga konsumen tidak serta-merta beralih ke produk Cina. Tugas kita bersama adalah meningkatkan terus produktivitas, efisiensi, dan memperbaiki teknologi yang dipakai UMKM-UMKM sekaligus terus mengampanyekan cinta produk dalam negeri.

 

Hadi Irawan

Subang, Jawa Barat

Bagikan ke: