Ketua Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Astra International MASRANA, “Kami Menjadi Besar Seiring dengan Besarnya Astra”

Kiprahnya di PT Astra International Tbk (Astra) terbilang cukup lama. Masrana, pria asal Cirebon ini, bergabung dengan perusahaan otomotif raksasa itu 21 tahun silam. Kariernya berawal dari urusan personalia, rekrutmen dan peningkatan kinerja karyawan atau istilah kerennya human resources development/HRD. Jebolan Fakultas Hukum Universitas Pajajaran Bandung tahun 1989  ini juga dipercaya memegang sejumlah posisi di grup usaha Astra. Mulai dari SIGAP, TRAC, Dana Pensiun hingga Koperasi. Keterlibatan panjangnya di HRD membuat Masrana merasa lebih enjoy jika bekerja dengan banyak orang. Itu sebabnya, ketika diminta mengelola Koperasi Astra International (KAI) pada 2004, ayah dua anak ini kontan
menyanggupi. Kendati demikian, awalnya ia sempat bertanya-tanya, seperti apa bisnis koperasi itu lantaran image nya selama ini agak miring. Tetapi KAI memang bukan koperasi kebanyakan. Koperasi ini punya misi khusus dari induk perusahaan, Astra dalam upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Dewasa ini, keberadaan KAI di pentas perkoperasian nasional cukup bergengsi. Diketuai Pongki Pamungkas, KAI  berhasil masuk dalam jajaran sembilan dari 100 Koperasi Besar Indonesia yang dirilis Majalah PELUANG bersama Kementerian Koperasi dan UKM pada 2012. Tentu saja membanggakan, terlebih  hingga per Desember 2014 kinerja usaha KAI terus membumbung. Sasaran utama KAI, kata Masrana, adalah memenuhi kebutuhan hampir 70.000 anggotanya yang notabene karyawan Astra di seluruh Indonesia. “Koperasi merupakan klep pengaman bagi perusahaan dalam memenuhi berbagai kebutuhan karyawannya, karena tidak semua bisa dipenuhi perusahaan. Di situlah arti penting Koperasi Astra,” ujar Masrana kepada Irsyad Muchtar dari Majalah PELUANG beberapa waktu lalu. Berikut petikannya.

koperasi astra

BAGAIMANA ANDA MEMBAGI PERAN EKSEKUTIF YANG BERORIENTASI UNTUNG, DENGAN KOPERASI YANG PROFIT RENDAH?
Sebenarnya, tidak perlu diperdebatkan antara kepentingan perusahaan dan koperasi. KAI adalah inisiatif para karyawan yang sudah berdiri sejak tahun 1990. Saya bergabung di Astra pada tahun 1991, langsung di HRD yang memang sangat dekat urusannya dengan koperasi. Waktu itu KAI baru tumbuh, dan salah satu pekerjaan saya di HRD adalah mengembangkan
koperasi.  Setiap perusahaan swasta ataupun BUMN saat itu memang diimbau untuk mendirikan koperasi karyawan. Bagi Astra, Koperasi merupakan tools manajemen untuk menjawab kebutuhan karyawan yang tidak bisa disediakan perusahaan. Sebab, semampu apa pun perusahaan, pasti ada kebutuhan karyawan yang tidak bisa disediakan.

Jadi, ini sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawab  saya di HRD. Dulu tugas saya membantu KAI, mengenalkan mereka kepada HRD di seluruh Astra Group. Saya minta dibentuk koperasi-koperasi di Astra Group. Gimana caranya, langkah-langkahnya apa saja, izinnya ke mana saja; saya gandeng orang koperasi. Tahun 90-an awal kita bentuk di Tangerang, Cikarang, Cibitung, Karawang, dan lain-lain. Jadi, bidang pekerjaan saya dari dulu sangat dekat dengan usaha menyejahterakan karyawan, baik langsung maupun tidak langsung.
ARTINYA ANDA TERLIBAT DARI SEJAK KOPERASI DIDIRIKAN SAMPAI SEKARANG?
Secara langsung di Koperasi Astra, tidak. Tetapi sejak tahun 90-an di HRD itu secara tidak langsung saya berhubungan dengan Koperasi Astra.
TAHUN BERAPA DI HRD?
Tahun 1991. Tahun 2004 saya di Astra dipromosikan  jadi direktur, pada tahun yang sama saya juga diminta menjadi salah satu pengurus di Koperasi Astra, dan berlanjut hingga sekarang.
APA SUDAH ADA FASE BISNIS SBU-NYA KOPERASI YANG SEPERTI SEKARANG ADA SIGAP, ADA GONDOLA DAN LAIN-LAIN?
Dulu Koperasi Astra punya diversifikasi usaha. Misalnya travel untuk penyediaan tiket karyawan, transportasi dan apotik. Tapi usaha tersebut beku beberapa kali karena mis-manajemen. Padahal, sebenarnya itu potensi yang sangat bagus. Pengurus lama sudah berupaya mengembangkan koperasi sedemikian rupa.
SEPERTI APA KOPERASI YANG DIINGINKAN ?
bincang Koperasi ini harus mempunyai bidang usaha yang berbeda dengan sejumlah koperasi unit yang ada di bawahnya, karena kita tidak mungkin head to head perang. Jadi, fungsi lama koperasi “dari kita oleh kita untuk kita” tetap ada. Cuma, kalau dulu koperasi identik dengan toko, penyediaan sandang pangan, sembako. Saya melihat, Koperasi Astra rasanya tidak harus main di sana karena itu dimainkan oleh Koperasi Unit yang ada di masing-masing perusahaan kelompok Astra. Makanya, sejak saya masuk di KAI, saya mengajak teman-teman untuk naik ke next level. Kita masuk di level unit-unit usaha.
ADA BERAPA KOPERASI DI ASTRA?
Hampir di semua anak perusahaan Astra terdapat koperasi atau yang biasa kita sebut Koperasi Unit atau Kopnit. Jenisnya adalah koperasi primer yang melayani  masing-masing anggota atau karyawan di anak perusahaan yang bersangkutan. Saat ini terdapat sekitar 51 Kopnit di lingkungan Astra.
KALAU DIMERGER  SEMUA KAN BISA JADI KOPERASI YANG  HEBAT?
Sebenarnya bisa seperti itu, tetapi ada plus minusnya. Kita sudah mengkaji sedemikian rupa, mendingan kita berjalan saja dulu dengan kondisi  seperti ini. Memang ada wacana, kalau KAI dan kopnit-kopnit itu  digabung, akan besar. Apalagi sejumlah koperasi terkenal dunia seperti Zen-noh   di Jepang, Arlafood di Denmark atau Agricole  di Perancis menjadi besar karena melakukan merger sehingga mampu menjadi key role dalam dunia ekonomi; dan ini bergantung pada good will pemerintah. Memang kebijakan pemerintah di negara-negara tempat koperasi besar itu tumbuh tidak bisa disamakan dengan kita, tetapi spiritnya harus sama. Perlu kebijakan pemerintah yang menunjang: mau memandang ini seperti apa? Pendanaan khusus untuk koperasi, misalnya, dari dulu diwacanakan akan mempermudah; tapi belum pernah terwujud. Koperasi tetap diminta memiliki laporan keuangan yang diaudit. Itu tidak mungkin. Harus ada terobosan. Saya memandangnya, akan sangat strategis jika koperasi karyawan dan koperasi pada umumnya menjadi  lokomotif ekonomi suatu bangsa.
Saya berharap banyak dengan Astra karena perusahaan ini punya SDM yang terlatih secara profesional. Karena hampir tiap hari nge-browse koperasi dunia, saya termasuk gamang dengan kondisi perkoperasian di Indonesia. Tetapi saya optimistis, bahwa suatu hari nanti kita bisa mencapai seperti yang terjadi di negara-negara asing. Kini kan sudah ada koperasi Indonesia yang masuk level dunia, yaitu Kopkar Semen Gresik, KWSG di Jawa Timur dan Kisel Jakarta.
APAKAH KAI MASIH  MENGANDALKAN SUBKONTRAKTING DARI ASTRA?
Harus dilihat bahwa KAI memang partner dari Astra. Banyak orang mengira, kami pasti banyak diberi bisnis. Padahal, sampai sekarang, tidak pernah. Kami benarbenar mandiri. Tetapi KAI diberi kesempatan untuk berkembang dan didukung penuh oleh Astra.
Kalau bicara de jure, kita bukan di bawah Astra. Tetapi kalau secara individu, tentang siapa yang harus memimpin KAI, maka Astra mempunyai kepentingan; karena ini menyangkut pengelolaan uang yang jumlahnya miliaran rupiah.  Dari sisi itu, saya setuju. Alasan kedua saya, orang itu juga harus di-manage oleh Astra. Kenapa? karena dia juga milestone bagi pembinaan orang-orang di Astra Group. Salah satu jenjang karier atau jenjang lainnya bisa dari koperasi. Orang yang ditunjuk di Koperasi Astra boleh saja merangkap sebagai Direktur di TRAC atau di AHM dan anak perusahaan Astra lainnya; yang penting  komitmennya. Pertimbangan yang ketiga, ada plus pointnya bagi koperasi dengan orang-orang yang ditugaskan  merangkap itu, yakni efektivitas dan strategis dalam hal mendengar saran dan kebutuhan langsung dari para anggota yang notabene karyawan perusahaan.
PEMBAGIAN KERJA ANTARA PENGURUS DAN PENGELOLA DI KAI SEPERTI APA?
Pengurusnya  hanya meletakkan landasan dasar dan kebijakan koperasi agar misinya tetap sejalan perusahaan. Tetapi operasionalnya, day to day diserahkan kepada seorang COO. Pengurus mengontrol kinerja COO (Chief Operation Officer) termasuk perangkatnya dengan standar manajemen yang berlaku di Astra. Misalnya, ada plan do check to action yang ketat, control yang rutin, review yang rutin, achievement, financial review yang harus dilakukan secara konsisten. Kami yakin bahwa kami bisa melangkah menjadi koperasi the best secara sistem manajemen.
UNTUK REKRUITMEN DI KAI APAKAH SECARA TERBUKA ATAU DIBERIKAN KEPADA KARYAWAN ASTRA, YANG SEGERA PENSIUN.
Ha..ha.. rekrutmen di KAI bukan soal orang Astra atau orang luar. Yang kita pilih adalah mereka yang memang punya kapasitas dan kapabilitas  sesuai dengan yang kita inginkan. Sedangkan untuk level pengurus, porsinya ada di Astra. Jadi, selama ini kita ngikutin saja.  Di KAI modelnya itu gabungan. Selalu ada orangorang senior yang duduk disitu dan ada juga profesional muda. Tujuannya supaya ada kombinasi yang bagus. Wishdom-nya dapat dari yang senior, semangat dan lari  kencengnya dapat karena ada orang-orang mudanya.

Bagikan ke: