Kerangka Dasar Manajemen Pemasaran

Fungsi pemasaran mencakup penjualan/pembelian; suplai fisik, berupa distribusi/penyimpanan; dan penunjang, yaitu pengamanan, standarisasi dan grading, penanggungan risiko, informasi pasar, dan keuangan.

PERUSAHAAN, tak bisa lain, mesti amat menyadari bahwa pemasaran merupakan faktor terpenting. Baik untuk kesehatan organisasi maupun untuk keberlanjutan jangka panjang lembaga itu. Dengan pemahaman prinsip seperti itu, akan ditemukan cara dan falsafah baru bagi mereka terlibat di dalamnya. Secara spesifik perlu dikatakan, pemasaran dapat memberi dampak kepuasan konsumen terhadap keinginan mereka.

Manajamen pemasaran adalah kegiatan konsepsional cerdas yang mencakup proses menganalisis, merencanakan, melaksanakan dan mengawasi program yang dirancang korporasi. Tujuannya untuk menimbulkan pertukaran dangan pasar yang akan dituju sehingga mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan.

Prosesnya dimulai sejak sebelum memproduksi tapi tidak berakhir pada saat penjualan. Konsep pemasaran, seperti dikatakan Stanton, merupakan sebuah falsafah bisnis. Marwahnya, pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi serta sosial untuk kelangsungan hidup dari perusahaan. Dalam konsep pemasaran in terkandung tiga unsur besar, yaitu: orientasi pada pelanggan, penyusunan dalam kegiatan pemasaran yang dilakukan secara integral, dan umpan balik berupa kepuasan pelanggan.

Aktivitas pemasaran terlihat dari semua yang dilakukan pada setiap bisnis yang terlibat dalam menggerakkan produk dari produsen sampai kepada konsumen. Seperti diutarakan Sofjan Assauri, fungsi pemasaran diklasifikasikan menjadi tiga yaitu: fungsi penjualan/pembelian, fungsi suplai fisik, yaitu menyangkut distribusi/penyimpanan, dan fungsi penunjang, yaitu pengamanan, standarisasi serta grading, penanggungan atas risiko, informasi pasar, dan keuangan.

Secara lebih detail, kiranya penting mempertajam lima fungsi pemasaran berikut: Pertama, fungsi pembelian, agar dapat mengikuti kegiatan untuk mencari dan juga mengumpulkan produk yang dibutuhkan sebagai persedian untuk pemenuhan kebutuhan konsumen. Pada dasarnya merupakan sebuah akativitas mencari penjual dan merupakan sebuah titik bali dari aktivitas penjualan.

Kedua, fungsi penjualan, yakni aktivitas yang dijalankan agar dapat mencari calon konsumen produk yang telah ditawarkan oleh perusahaan dengan tujuan mendapatkan laba. Ketiga, fungsi tranportasi, merupakan kegiatan untuk pemindahan produk dari wilayah satu ke wilayah yang lainnya; Keempat, fungsi penyimpanan, yaitu menempatkan dan mengamankan produk yang telah dibeli untuk menghindari kerusakan ataupun risiko lainnya.

Kelima, fungsi informasi pasar,  sifatnya sangat luas dan paling penting. Hal ini disebabkan fungsi ini emeberi informasi tentang situasi serta kondisi perdagangan yang masih sangat umum; masih ada hubungan dengan produk tertentu, serta harga jual yang diinginkan konsumen dan semua kondisi pasar. Informasi merupakan keterangan yang sifatnya fakta, data, ataupun hasil dari analisis, pertimbangan ataupun opini dari pemberi informasi. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi secara langsung terhadap kebutuhan untuk pengambilan keputusan atau kebijakan manajemen.

Hal-hal di atas harus dicamkan dengan baik oleh para pelaku usaha. Juga dapat diterapkan khususnya oleh divisi manajemen pemasaran. Teorinya mungkin sudah terkuasai dengan matang, tapi jangan lupa bahwa di lapangan senantiasa ada kendala yang tidak terduga. Pemahaman yang lengkap tentang fungsi manajemen akan menjadi bahan dasar untuk menentukan strategi pemasaran yang akan diterapkan demi mengoptimalkan peluang yang ada. ●(Nay)

Bagikan ke: