Kemenperin Sebut IKM Kuliner Butuh Bantuan Pemerintah

Gita Wibawaningsih-Foto: Dokumen Kemenperin.

JAKARTA—Kementerian Perindustrian mengakui saat ini pandemi Covid-19 memberikan dampak besar kepada Industri kecil dan menengah (IKM) sektor makanan atau kuliner.

IKM Kuliner membutuhkan dukungan pasokan bahan baku untuk dapat terus beroperasi. Selain sulit didapat, bahan baku harganya meningkat. Harga kedelai dari Rp6.700 menjadi Rp 8.500. Kedelai saat ini masih mudah ditemui di Pulau Jawa, namun di luar Pulau Jawa, seperti Sulawesi, kedelai mulai sulit dicari.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menyatakan, dengan penurunan pendapatan akibat wabah Covid-19, pelaku IKM makanan diharapkan menjadi salah satu penerima bantuan dari pemerintah.

IKM kuliner mengalami penurunan omzet hingga 50 persen. Bahkan terdapat IKM yang penjualannya menurun hingga 90 persen. 

“Pada akhirnya, mereka menjual secara obral stok yang ada agar tidak menumpuk, sekaligus mendapatkan pemasukan,” ujar Gati dalam keterangan persnya, Senin (13/4/20).

IKM masih terus menjalankan penjualan secara daring agar tetap mendapatkan pemasukan. Para pelaku bisnis kuliner berharap, akses pengiriman barang tetap bisa berjalan meski diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Mereka mengharapkan sejumlah bantuan dari pemerintah. Di antaranya berupa bantuan modal usaha, penundaan pembayaran kredit perbankan, stabilisasi harga bahan baku pangan agar kembali seperti semula,” kata Gati.

IKM Kuliner juga meminta intervensi pemerintah pusat demi menjamin ketersediaan bahan baku sampai ke daerah, terutama gula pasir.  Selain itu diperlukan bantuan dari pemerintah baik hibah maupun pinjaman, penundaan pembayaran iuran PDAM dan PLN.

“Mereka membutuhkan  keringanan pembayaran BPJS karena karyawan dirumahkan, penundaan pembayaran pajak, hingga subsidi biaya pengiriman untuk penjualan daring. Terutama untuk Indonesia bagian timur yang mengalami kendala mahalnya biaya kirim,” papar Gita.

IKM kuliner melakukan penggiliran jam kerja, yang berarti akan terjadi pengurangan pendapatan pegawai karena upah dibayar secara harian.  

Bagikan ke: