KemenkopUKM Targetkan 1 Juta Produk UMKM Masuk e-Katalog

MenkopUKM, Teten Masduki pada acara Indonesia Digital Meetup 2022 di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Kamis (1/9/2022). Foto : Istimewa.

Jakarta (Peluang) : Saat ini baru sekitar 600 ribuan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang sudah masuk e-katalog.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM), Teten Masduki mengatakan, Kementerian koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenkopUKM)  menargetkan, sebanyak satu juta produk UMKM bisa masuk ke e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Melalui e-katalog, pemerintah diwajibkan membeli berbagai produk UMKM, demi mendorong barang lokal sekaligus meningkatkan perekonomian nasional.

Ia menyebutkan, saat ini baru sekitar 600 ribuan produk UMKM yang sudah masuk e-katalog. “Jadi masih ada sekitar 400 ribuan lagi, kita berusaha jemput bola karena sebagian pelaku UMKM masih belum yakin kalau masuk e-katalog ada yang beli,” ujar Teten dalam rilisnya, Jumat (2/9/2022).

Pemerintah, lanjutnya, ingin memastikan pengadaan secara konvensional bergeser ke pengadaan secara elektronik. Maka ia menegaskan, penting bagi para UMKM di Tanah Air mendaftarkan produk di e-katalog pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Jadi akank semakin banyak pengadaan (barang pemerintah) lewat elektronik. Jadi bukan pengadaan biasa,” kata mantan Kepala Staf Kepresidenan.

Lebih lanjut Teten mengatakan, pemerintah mendukung market untuk produk lokal, di mana sebanyak 40 persen belanja pemerintah dan lembaga negara telah dialokasikan ke produk UMKM. “Hari ini nilainya kira-kira Rp 400 triliun lebih,” ujarnya.

Jika perekonomian semakin berkembang dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sekarang Rp 2.700 triliun semakin kuat, maka menurutnya, semakin banyak yang dibelanjakan ke UMKM. Kebijakan tersebut, sangat fundamental sekaligus mendukung berkembangnya industri lokal

“Kalau produk (UMKM) belum begitu bagus, maka jika pemerintah beli, mereka akan terus riset dan tingkatkan kualitas produksinya. Pemerintah pahami ini, jadi pemerintah harus membeli,” ungkapnya.

Mantan Ketua Dewan Pengawas Bulog  menyebutkan, belanja pemerintah ke UMKM yang sebesar Rp 400 triliun dapat menciptakan lapangan pekerjaan sekitar 2 juta orang.

“Ini bisa mengerek perekonomian sebanyak 1,8 persen menurut hitungan BPS (Badan Pusat Statistik),” ujarnya.

Memang saat ini menurutnya, UMKM masih membutuhkan inovasi seperti aplikasi yang menunjang mempromosikan produknya. Sehingga diperlukan inovasi dari para internet marketer membantu UMKM jualan secara online.

Teten berharap event Indonesia Digital Meetup 2022 dapat mendorong jumlah produk UMKM masuk e-katalog dan ekosistem digital secara umum. (S1).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.