Kemendag Segera Resmikan Gedung Pusat Desain untuk UKM

Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera merilis pusat pengembangan desain UKM dari seluruh Indonesia guna meningkatkan daya saing produk usaha kecil dan menengah (UKM) di pasar ekspor. Termpat tersebut nantinya dapat menjadi salah satu solusi menghadirkan produk yang efisien dengan harga kompetitif, sehingga mampu menambah daya tarik pasar terhadap produk-produk Indonesia.

Gedung dengan ruangan sekitar 1.000 meter di kawasan Slipi Jakarta Barat itu sudah disiapkan. Gedung pusat pengembangan produk UKM tersebut juga dilengkapi fasilitas bengkel kerja modern. Tujuannya untuk mengingkatkan perkembangan terkini dan menuntut pelaku UKM menguasai teknologi digital.

Demikian dituturkan Direktur Pengembangan Produk Ekspor, Kemendag, Sulistyawati di sela-sela mengikuti pameran “Gifts and Premium Fair 2016” di Hong Kong, Kamis (28/4).

Dia menginginkan pada Mei nanti gedung tersebut sudah bisa diresmikan. Terwujudnya gedung itu merupakan hasil komitmen semua pemangku kepentingan. Ditambah hampir semua negara pesaing produk Indonesia sudah memiliki fasilitas tersebut.

Sulistyawati menambahkan pihaknya hanya bertindak sebagai fasilitator, dengan menyediakan tempat untuk para pelaku usaha bertemu desainer produk, sehingga mempunyai visi sama dalam mendesain dan mengembangkan produk yang berdaya saing ekspor.
Sebagai langkah awal, menurut Sulistyawati, Kemendag beberapa waktu lalu sudah menjalankan program bantuan pendampingan desainer bagi pelaku UKM di sejumlah daerah. Program pendampingan desainer ini mempertemukan pelaku usaha dengan desainer di daerah. “Proses pendampingannya berlangsung hingga enam bulan. Setelah berproduksi, tahap selanjutnya adalah uji pasar dengan mengikuti pameran di luar negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan dengan begitu akan melahirkan UKM yang siap ekspor, meski dengan cara bertahap dan butuh waktu. Selanjutnya jika sudah bagus baru dipamerkan di luar negeri. Prinsipnya pemerintah ingin muncul banyak pelaku UKM yang terukur kualitas produknya. “Langkah perbaikan produk UKM seperti ini sangat strategis untuk menghadapi era persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang saat ini sedang berjalan,” pungkasnya. Saw/Dbs.

Bagikan ke: