Kemandirian Setamat SMU

Sangat pentingmerintis bisnis sejak usia dini. Tanpa perlu menunggu ijazah S1, misalnya. Sebab, yang namanya pengalaman, betapa pun kecilnya skala bisnis itu, justru merupakan sekolah tersendiri. Sekolah empiris.

 

Banyak ide usaha yang dapat diberdayakan untuk membuka usaha. Penting dicamkan, sebuah ide berhenti sebagai sekadar ide tanpa tindakan lebih lanjut. Ide akan bernilai/bermanfaat jika ada keberanian mewujudkannya. Buang ketakutan dan istilah gagal dari kamus hidup anda. Jika gagal, yakinkan diri bahwa, ”Saya sedang melakukan pembelajaran yang luar biasa. Peristiwa ini sungguh sangat berharga buat saya”. Segeralah bangkit dan petik manfaat kegagalan itu.

#1 Duplikasi Usaha Lain. Anda harus selalu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil risiko. Bersaing secara sehat dengan produk/jasa yang sama mungkin saja menarik. Menduplkikasi usaha tersebut tidak salah, asal bisnis andapunya nilai tambah bagi konsumen. Misalnya, dalam hal pelayanan, harga, kecepatan, keramahan. Meggratiskan air teh kepada konsumen kelihatannya sepele, tapi dampaknya bisa sangat positif. Atau, memperluas penawaran dengan fasilitas tambahan. Misalnya, menjual minuman di warnet yang anda usahakan.

#2 Buka Kantor.Bagi yang memiliki keterampilan/keahlian, segera buka kantor sendiri. Jangan takut masalah modal dan SDM. Anda bisa mengajak kolega atau teman seprofesi untuk patungan modal dan membuka kantor tersebut. Juallah skill dan pengalaman anda. Jika reputasi bagus dan relasi banyak (network), jangan kuatir kekurangan klien. Anda bisa memulai berkantor dari rumah,atau lebih dikenal dengan sebutan home office. Cukup dengan menyediakan satu komputer, satu telepon, faxs, meja, kursi tamu, dan peralatan untuk minum seperlunya.

#3Menjadi Agen. Membuka kantor keagenan, baik suatu produk maupun jasa, boleh juga. Banyak sekali produk dan jasa yang sangat memerlukan agen. Selain menjadi agen suatu produk, Anda juga bisa menjadi agen yang menyediakan jasa, seperti agen isi ulang air, isi ulang pulsa,  penyalur pembantu rumah tangga, agen modeling/foto model, agen iklan, dan lain-lain.

#4 Usaha Bersama. Terkadang,sebuah usaha akan lebih bagus jika didirikan dan dikelola bersama-sama. Misalnya Anda pintar pemrograman komputer, tapi anda memiliki sedikit teman. Sedangkan teman anda memiliki banyak teman dan punya relasi yang luas dan membutuhkan jasa pemrograman. Anda bisa saja membuka usaha jasa pemrograman (software house). Anda yang mengerjakan pekerjaannya, sedangkan teman anda bertugas mencari order. Sinergi kelebihan masing-masing ini menjadi dasar yang kuat untuk menggerakkan usaha baru dan membesarkannya.

#5 Jual keunikan.Tidak sedikit usaha baru berawal dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil menciptakan sebuah keunikan, segera dapatkan hak paten. Penemuan baru sangat berpeluang menembus pasar, apalagi khas, unik, dan dibutuhkan orang banyak. Misalnya, kaos-kaos unik dengan kata-kata yang bermuatan motivasi.

#6Jual Keterampilan. Anda dapat pula menjual keterampilan yang dimiliki. Jika bisa menggunting rambut, Anda bisa membuka salon. Lalu, upayakan memberi nilai tambah dengan sedikit sentuhan yang berbeda dengan salon-salon lainnya. Jika Anda mahir mengetik 10 jari, tidak ada salahnya membuka usaha jasa pengetikan skripsi, naskah, makalah. Dari sini, bisa Anda kembangkan dengan menerima jasa penerjemahan (translate).Dengan mengolah keterampilan, misalnya memberikan privat bahasa  inggris, komputer, matematika, musik, menyanyi atau jasa pengetikan, anda.telah mulai belajar menghasilkan income.

#7 Beli Usaha Pola Waralaba. Jika anda memiliki modal besar, tapi tidak mau repot memikirikan jenis usaha baru, alternatif waralaba (franchise) dapat dipilih. Waralaba adala jenis usaha yang relatif terstandartisasi dengan baik. Memang butuh kejelian yang tinggi untuk menilai waralaba mana yang bagus dan cocok untuk Anda. Carilah usaha waralaba yang track record-nya  baik dan teruji. Bukankah kini semakin banyak bermunculan waralaba?

#8 Jalankan Direct Selling/Multi Level Marketing. Modalnya murah meriah. Bisnis ini didukung oleh produk yang bagus, sistem pemasaran, pelatihan, dan jenjang karier. Memang tak sedikit orang yang alergi terhadap MLM. Trauma biasanya terjadi karena kegagalan, seperti uangnya habis di MLM. Itu biasanya disebabkan bisnis MLM dengan skema piramid atau money game yang berkedok MLM. Di sini diperlukan kehati-hatian mencermati seluk beluk dan trik yang terkandung dalam bisnis MLM.

#9 Jual Barang Bekas (seken).Masih sedikit orang yang peka dengan usaha ini. Barang seken, apalagi yang bernilai historisn tinggi, biasanya dihargai sangat tinggi. Namun, menjual barang seken ini perlu perencanaan dan pemahaman yang baik tentang pasar. Memangharus tahutempat membeli barang yang lebih murah dan tempat menjualnya. Komputer bekas, sepeda motor, kamera, misalnya, bisa saja dijual dengan harga yang menguntungkan setelah diperbaiki seperlunya.

 

Betulkan Mindset

Negara-negara seperti Amerika, Inggris, Jerman, Kanada, Jepang, Korea,bahkan tetangga dekat kita Singapura dan Malaysia, menjadi negara maju dan rakyatnya makmur berkat kesungguhan mereka dalam membangun dan mengembangkan kewirausahaan.Sebagai generasi muda yang mengemban peran agen pembaharu bangsa, kaum muda mempunyai tanggungjawab besar dalam menentukan kemandirian dan kejayaan bangsa ini di masa-masa selanjutnya.

Mulailah  detik ini betulkan dan ubah mindset. Bahwa sekolah/kuliah bukan semata-mata untuk mencari pekerjaan.Pilihan lebih mulia dari pada sekedar bekerja adalah membuka peluang usaha (berwirausaha). Mulialah detik ini. Mulailah kenali dan gali potensi anda, implementasikan dengan membuka usaha yang sesuai dengan minat atau bakat anda. Memulai usaha sah-sah saja dari hal yang tampak sepele sekalipun.

Anda masih berusia muda, tamatan SMU, atau mahasiswa di tahun-tahun awal perkuliahan.Jika mau, menggabungkan kegiatan studi dan belajar bisnis akan jadi kegiatan yang menarik. Di satu sisi, anda akan belajar menata waktu secara terencana dengan baik. Di sisi lain, anda akan terbiasa memiliki mimpi dan obsesi untuk mencapai tujuan-tujuan jangka panjang. Maka itu, lakukan secepatnya. Sekarang. (dd)

Bagikan ke: