Kejar Kualitas, Bangun Sirkuit Ekonomi di Samosir

Memasuki kuartal III di tahun 2022, KMM memperkuat pertumbuhan usaha kualitatif. Jumlah kantor cabang sebanyak 170 kantor yang tersebar di 23 provinsi untuk sementara dipertahankan, pengembangan dialihkan pada peningkatan jumlah anggota yang hingga akhir tahun ini ditarget mencapai 120 ribu orang.

Sinyal pandemi yang kian melandai memberi harapan bagi dunia usaha untuk kembali bangkit membenahi bisnis yang dua tahun belakangan  mandeg. Harapan itu terlihat dari mulai menggeliatnya pasar di sejumlah sektor usaha. Sektor yang juga tampak mulai bergairah adalah koperasi simpan pinjam yang sudah mulai lancar menyalurkan pinjaman kepada anggotanya

Seperti dikemukakan Ketua Koperasi Makmur Mandiri (KMM) Tumbur Naibaho, memasuki kuartal III pada Juli-September mendatang, pihaknya mulai merancang strategi pengembangan usaha yang lebih kualitatif. “Jumlah kantor cabang yang kini sudah 170 unit akan kita pertahankan, namun kualitasnya ditingkatkan antara lain dengan pencapaian SHU yang semakin baik di setiap cabang, karena kita akan mengejar peningkatan aset hingga Rp1,3 triliun pada akhir tahun buku 2022 ini, ”ujarnya beberapa waktu lalu. Selain mematok pencapaian SHU dan aset yang lebih baik, sejumlah strategi dilakukan KMM di antaranya dengan membantu pengembangan usaha anggota melalui pembiayaan yang layak. Sejak tahun lalu, KMM memang sudah meluncurkan program bernama MURI (Pinjaman Modal Usaha Mandiri) dan mendapat dukungan permodalan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Kementerian Koperasi UKM.

Upaya peningkatan kualitas usaha, kata Tumbur, akan disasar melalui peningkatan jumlah anggota, yang hingga akhir tahun ini ditarget mencapai 120 ribu orang, atau naik 68,38% dari tahun 2021 yang berjumlah 71.267 orang.  “Penambahan jumlah anggota merupakan program strategis KMM, karena kekuatan koperasi adalah pada besarnya partisipasi anggota,” ujar Tumbur. Sejak Januari lalu, KMM meluncurkan layanan berbasis digital, yaitu Makmur Mandiri Mobile, guna memudahkan anggota bertransaksi dengan anggota.

“Makmur Mandiri Mobile kita rancang agar anggota semakin mudah mengakses program koperasi, namun capaian penggunanya hingga akhir Juni lalu masih 15 persen atau baru 10 ribu  transaksi per bulan dengan transaksi pada kisaran angka Rp2 miliar,” ujarnya.

Memacu Ekonomi Samosir

Sebagai upaya memacu pertumbuhan usaha yang kualitatif, Tumbur kini tengah mengembangkan sejumlah usaha non koperasi di Samosir, namun diharapkan dapat menunjang usaha koperasi. “Di Samosir, KMM punya 12 kantor cabang, ini jumlah kantor cabang terbanyak dibanding daerah lainnya, selain itu kita melakukan usaha patungan dengan mendirikan SPBU di Pangururan yang kini senilai Rp30 miliar dan kebun kopi di Parbaba. Melalui kerja sama pengembangan usaha ini, kita berharap 12 kantor cabang KMM yang tersebar di Samosir dapat tumbuh dan berperan aktif dalam menunjang Samosir menuju destinasi wisata dunia,” ujar Tumbur seraya menambahkan, pihaknya baru-baru ini menghibahkan lahan seluas 4.000 meter kepada Pemerintah Kabupaten Samosir guna dimanfaatkan mendirikan Balai Uji Kelayakan Kendaraan Bermotor untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Kita tahu Pemkab butuh infrastruktur yang baik untuk tingkatkan pendapatan asli daerah (PAD), dan melalui kerja sama yang baik dengan Pemkab, kita harapkan KMM dapat mengembangkan sirkuit ekonomi di Samosir, yaitu perputaran dana yang sepenuhnya dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat di Samosir,” pungkasnya. (Irm)

Bagikan ke: