Kejar Dong, Pajak Google

Google terbelit masalah pajak lantaran nunggak pajak 5 tahun terakhir. Utang pajak Google pada 2015 saja, menurut Dirjen Pajak, ditaksir mencapai Rp5 triliun.

Raksasa internet tersebut menolak diperiksa Ditjen Pajak Kemenkeu. Google dituding memanfaatkan celah hukum.

Transaksi bisnis periklanan di dunia digital di Indonesia tahun 2015 saja mencapai US$850 juta/Rp11,6 triliun.  Menurut Menkominfo, Rudiantara, 70 persen dari nilai itu didominasi perusahaan internet global (OTT) yang beroperasi di Indonesia, termasuk Google. Banyaknya portofolio bisnis yang dimiliki, sehingga pundi-pundi duitnya juga mengalir dari segala penjuru. Selama 2015 saja, penghasilan Google US$75 miliar/Rp987 triliun.

Google berkelit, mereka belum menjadi badan usaha tetap (BUT). Keberadaan Google di Indonesia baru berupa kantor perwakilan saja, dan hilir mudik transaksi pun dilakukan di Singapura. “Google justru melarikan uang transaksinya ke Singapura sehingga setiap transaksi tersebut lolos dari pajak,” kata Juru bicara Kementerian Kominfo, Noor Iza.

Pungutan pajak perusahaan internet global alias over-the-top (OTT) sedang digodok pemerintah/Kemenkominfo. Mencakup PPh (pajak penghasilan) badan dan PPN (pajak pertambahan nilai). Selain Google, peraturan itu juga bakal menjerat Facebook. Nah, gitu dong. Negara perlu superserius mengejar pengemplang pajak kelas kakap. Jangan kelewat lebay nguber dan mengada-ada memajaki rakyat.
Syahrani Achwari

Pontianak, Kalimantan Barat

Bagikan ke: