Karaniya Dessert, Tawarkan Camilan untuk Gaya Hidup Vegan

Ilustrasi-Foto: Dokumentasi Pribadi,

JAKARTA-— Saat ini sedang berkembang tren vegan, yaitu cara hidup tidak hanya menjauhi daging hewan, tetapi juga susu, telur, dan bahan-bahan yang berasal dari hewan. Seorang anak muda Jakarta bernama Devina Wirawan melihat tren ini sebagai peluang pasar untuk produk dessertnya.

“Bermula dari saya sendiri yang juga menjalani pola makan ini, saya mengalami kesulitan mencari cemilan atau dessert yang enak dan bernutrisi di saat vegan.. Akhirnya saya coba kembangkan sendiri,” ujar Devina kepada Peluang, Kamis (17/12/20).

Selain itu Devina ingin menciptakan camilan yang tidak saja sehat, tetapi juga rendah kolenterol, tetapi juga bergizi tinggi.

Devina terjun kebisnis kuliner dengan mendirikan Karaniya Dessert di Tamansari pada Juni 2019. Konsep awalnya adalah dessert kekinian, rasa lokal, dan lebih bernutrisi. Mulanya dia menggunakan kue tradisional seperti pukis, kue pepe di dalam dessert-nya.

Saat itu, Devina merasa kesulitan mencari cemilan yang enak dan bernutrisi juga melihat menurunnya tren kue tradisional di anak-anak muda.

Visi bisnisnya  saat itu adalah meningkatkan kesadaran pola hidup sehat kepada masyarakat, mengangkat nilai kue tradisional indonesia, dan menjadi solusi snack atau camilan yang lebih bernutrisi bagi masyarakat Indonesia.

Namun, seiring berjalannya waktu, produknya sulit berkembang karena kue tradisional tidak tahan lama sehingga banyak terbuang, selain itu karena masih baru dan terbilang unik, masyarakat belum siap menerimanya.

“Akhirnya kami sempat stop beberapa bulan saat pandemi. Kemudian  pada Agustus 2020, kami mulai bangkit lagi dengan konsep baru karena kami melihat ada potensi pasar baru, di antara gaya hidup vegan,” ucap dia.

Devina mengubah dari segi packaging dan produk menjadi lebih tahan lama. Konsepnya tetap sama yaitu dessert lebih bernutrisi untuk sarapan, snack, atau pengganti makan malam. Visinya tetap ingin mengangkat produk lokal buatan Indonesia agar bisa menjadi market leader di negara sendiri.

Tujuannya agar produknya menjadi solusi dan menemani teman-teman menjalani pola hidup lebih sehat yang menyenangkan. Makanan sehat bukan berarti tidak enak,  serta bergizi seimbang.

Lokasi usahanya berada di kawasan di Taman Sari, Jakarta Barat dengan  penjualan daring, namun bisa juga self pick up. Modal usahanya berkisar Rp5-10 juta.

Devina Wirawan-Foto: Dokumentasi Pribadi.

Varian produk Karaniya Desser saat ini ada 5,  dark choco (vegan), lotus choco (vegan), regal macchiato, strawberry, choco coconut yogurt (vegan). Untuk harga kisaran Rp35-Rp42 ribu. Namun Devina menampik menyebut omzet harian, karena jumlahnya masih belum stabil.

“Kami masih berjuang memperkenalkan produk kami ke pasar lebih luas,” kata dara yang juga berprofesi sebagai Sales and Community di Accelerice Indonesia, pusat pengembangan bisnis kuliner pertama di Indonesia.

Dalam satu jar, produk yang beratnya 200 gram mempunyai  300-400 kalori. “Inilah kelebihan produk kami, karena dengan kalori yang rendah, dessert tetap dapat dikonsumsi oleh mereka yang saat ini tengah menjalankan program diet,” pungkas Devina (Van).

Bagikan ke: