Jurus KSP Nasari Naikkan Jumlah Anggota

Perluasan kerja sama kemitraan dengan lembaga perbankan dan inovasi produk diyakini dapat menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Koperasi memerlukan dukungan anggota untuk menjaga kelangsungan usahanya. Semakin besar kontribusi yang diberikan oleh anggota, maka pertumbuhan koperasi akan meningkat. KSP Nasari menyadari pentingnya hal itu.

Sahala Panggabean, Ketua KSP Nasari mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk memperbesar basis keanggotaan. Salah satu caranya adalah dengan memperluas kerja sama kemitraan antara lain dengan Bank DKI. “Kami melayani pensiunan yang gajinya dibayarkan di Bank DKI,” ujar Sahala di sela RAT KSP Nasari Tahun Buku 2019 di Jakarta.

Selain bekerja sama dengan Bank DKI, koperasi yang berbasis di Semarang Jawa Tengah ini juga akan memaksimalkan pelayanan kepada anggota atau calon anggota yang gajinya dibayarkan di Bank BRI, Bank BRI Agro,  BTPN, BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur, dan PT Pos Indonesia.

Upaya memperbanyak anggota juga akan dilakukan dengan menjadi anggota koperasi sekunder Perisai Anak Bangsa (Perkasa). Di era disrupsi seperti sekarang, kata Sahala, kolaborasi merupakan kunci utama agar usaha koperasi tetap eksis. “Perluasan kerja sama merupakan salah satu bentuk kolaborasi agar usaha tetap berlanjut,” ujarnya.

Upaya penambahan jumlah anggota juga akan disertai dengan inovasi melalui diversifikasi produk baru berupa pinjaman karyawan aktif dengan agunan kartu ATM. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menggenjot volume pinjaman kredit dimana pada tahun lalu tercatat sebesar Rp603,58 miliar atau naik dibanding 2018 sebesar Rp525,90 miliar.

Sahala menambahkan, KSP Nasari juga mengadopsi perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan melalui pengembangan aplikasi financial technology (fintech). “Melalui layanan berbasis digital kami yakin layanan kepada anggota akan lebih cepat, mudah, dan kompetitif,” ujar Sahala.

Strategi penambahan jumlah anggota itu diyakini akan menebalkan permodalan koperasi. Sampai akhir tahun ini, ditargetkan modal koperasi sebesar Rp80,17 miliar atau tumbuh 24% dari realisasi pada 2019 yang sebesar Rp64,57 miliar. Adapun jumlah simpanan diproyeksikan sebesar Rp99,85 miliar atau naik 39% dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp71,95 miliar. Simpanan berjangka diharapkan tumbuh sebesar 55% menjadi Rp592,00 miliar.

Sahala meyakini dengan pelayanan yang lebih berkualitas kepada anggota pada tahun ini target tersebut dapat terlampui. “Kami membutuhkan dukungan anggota untuk merealisasikan target-target tersebut demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.  (Kur)

Bagikan ke: