Jamkrindo Siap Jamin 70% Kredit Nelayan

Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menyatakan siap menjamin 70% dari pokok pinjaman untuk sektor kelautan dan perikanan, terutama nelayan. Jaminan 70% itu khusus untuk kredit macet, sisanya akan menjadi risiko bank. “Makanya, harus layak,” ujar Direktur Penjaminan Bank Jamkrindo, Bakti Prasetyo. Fokus penjaminan kinerja kredit Jamkrindo terarah pada debitur yang bukan disebabkan oleh kapal tenggelam, gedung atau pabrik esnya terbakar.

jamkrindo

Dengan skema beragam dari komersial atau program pemerintah, profitabilitas dari sektor kelautan dan perikanan tergolong tinggi. Kebanyakan debitur sektor ini lebih tertarik pada kecepatan dan kepastian pemberian jaminan, bukan bunga kredit yang rendah. “Bunga 20% enggak masalah, mereka masih bisa bayar,” ujar Bakti Prasetyo.

Dalam hal ini, ada masalah lain terkait penggunaan kredit untuk nelayan. “Problemnya, kita susah megang mereka. Nelayan ini kalau dikasih kredit di sini didaratkan di TPI di tetangga sana. Jadi, enggak bisa dipotong,” tutur Bakti. Itu sebabnya bank-bank selektif membiayai mereka yang sudah memiliki penjaminan berupa kelembagaan inti dan plasma yang jelas.

Sejauh ini pemerintah sudah mensubsidi premi untuk penjaminan Kredit Usaha Rakyat sektor kelautan dan perikanan sebesar 1,5% per tahun dari pokok pinjaman, diturunkan dari 2,75% tahun lalu; sedangkan untuk kredit komersial 1,75%-2% per tahun. “Total yang dijaminkan untuk program periode 2010-2014 berjumlah Rp676 miliar. Total penjaminan dari KUR sektor sampai saat ini mencapai Rp3,5 triliun”.

Sampai akhir tahun, dari keseluruhan penyaluran KUR sebesar Rp30 triliun, Jamkrindo menargetkan untuk menjamin Rp15 triliun dan Rp15 triliun lainnya oleh Askrindo. Hanya saja, lokasi kredit untuk sektor kelautan dan perikanan masih dalam kalkulasi.

Bagikan ke: